Waspadai Cedera Kepala Saat Berlatih Beladiri

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id- Ilmu bela diri tidak hanya bermanfaat untuk melindungi diri secara fisik, tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh yang prima, meningkatkan kekebalan tubuh, dan kemampuan motorik. Meski demikian, patut diwaspadai cedera kepala saat berlatih.

Manfaat lain dari berlatih bela diri adalah, kita dilatih untuk berpikir cepat, taktis, dan waspada. Ketika tiba-tiba dihadapkan pada situasi sulit atau mengancam, kita mampu menjadi lebih tenang untuk mencari jalan keluar. Manfaat ini juga berimbas pada kemampuan pada aspek lain, termasuk dalam akademik dan sosial.

Tetapi, dalam berlatih beladiri, tubuh lebih sering mendapatkan serangan-serangan yang menimbulkan cedera baik ringan maupun berat. Perlu diingat bahwa meskipun kematian dari cedera olahraga beladiri tak jarang kita dengar. Cedera kepala merupakan cedera yang sangat umum yang berhubungan dengan olahraga beladiri entah karena jatuh, maupun terkena serangan langsung (contact). Karena itulah cedera kepala saat berlatih beladiri memang tidak bisa dianggap perkara remeh.

Langkah yang paling penting ketika mengalami cedera saat berlatih beladiri adalah hentikan aktivitas dan dapatkan perhatian medis. Mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin penting untuk ketika mengalami cedera kepala  baik ringan,  sedang sampai berat. Cedera yang tidak terdiagnosis dan tidak menerima perawatan yang tepat dapat menyebabkan cacat dan kerusakan jangka panjang.

Keparahan cedera akan tergantung dari mekanisme dan kerasnya benturan yang dikenai kepala.Gejala yang dialami penderita cedera kepala berbeda-beda sesuai dengan keparahan kondisi yang dialami oleh penderita. Bisa dirasakan langsung sesaat setelah cedera terjadi. Keretakan (fraktur) tengkorak, kulit kepala yang robek dan perdarahan seperti memar di otak, dan timbul benjolan di kepala.

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita cedera kepala biasanya adalah kehilangan kesadaran untuk beberapa saat, terlihat linglung, pusing memiliki pandangan kosong, pusing, kehilangan keseimbangan, sulit tidur, sensitif terhadap cahaya atau suara, dan penglihatan kabur.  Tak hanya itu, penderita seringkali kesulitan mengingat atau berkonsentrasi, kehilangan

Penderita cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan tindakan medis khusus dikarenakan kondisinya dapat membaik dengan beristirahat. Dokter biasanya memberi obat-obatan tertentu.

Jika cedera kepala tergolong sedang atau berat, biasanya oleh dokter akan dilakukan fisioterapi sebagai perawatan yang dilakukan untuk membantu mengembalikan fungsi otak dan mengurangi risiko cedera kepala yang tambah parah.

Dalam kasus yang tergolong parah, sampai penderita mengalami koma, dokter mungkin akan melakukan tindakan operasiguna memperbaiki organ kepala yang rusak akibat cedera. Cara yang paling aman untuk mencegah kondisi semakin memburuk adalah dengan mengonsultasikan ke dokter bedah saraf di seluruh rumah sakit di Indonesia.

Untuk mencegah terjadinya cedera kepala saat berlatih beladiri, bertindak hati-hati dalam berbagai situasi bisa menjadi tindakan preventif. Haruslah ada pengawasan tertentu dari pelatih maupun teman agar jiga terjadi cedera dapat diberikan pertolongan segera.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan cedera kepala bedah dengan dokter spesialis bedah saraf terbaik yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(ilm)

 

 

Leave a Reply

Select Language