Waspada , Parkinson dapat Menyerang Usia Muda

 

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Parkinson ternyata tidak selamanya menyerang orang berusia lanjut. Dalam perkembangannya, Parkinson juga dapat menyerang seseorang yang berusia sekitar 20 tahunan. Mengapa demikian ? berikut ini ulasannya.

Penyakit  yang ditemukan oleh James Parkinson ini kini juga dapat menyerang orang di usia muda. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab Parkinson di usia muda, salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol hingga makanan yang tidak sehat. Selain itu, penyebab lainnya adalah faktor genetik.

Berbagai sumber menuliskan, kebanyakan orang dapat terserang Parkinson di usia muda akibat orang tersebut memiliki gen yang mampu mengubah protein dalam otaknya menjadi penyakit.

Hal inilah yang menyebabkan penyakit Parkinson di usia muda. Bahkan,  pusat greenworld.id menuliskan bahwa faktor genetik memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan resiko penyakit parkinson di usia muda, bahkan pasiennya bisa dari orang yang berusia 28 tahun.

Gejala Parkinson di Usia Muda

Ada empat gejala utama dari penyakit parkinson, yakni tremor (gemetar) saat istirahat, kekakuan gerak sendi saat bergerak, ketidakseimbangan postur tubuh, dan gerak menjadi lambat.

Akan tetapi ada juga yang tidak menyadari gejala tersebut. Pada beberapa pasien, ada yang mengalami gejala-gejala yang tidak lazim seperti hilangnya indera penciuman, susah buang air besar, sulit tidur, kurang ekspresi wajah, lamat saat menulis, perubahan suara, nyeri leher, lengan tidak berayun bebas, berkeringat, dan suasana hati. Ada juga yang mengalami gejala yang gerakannya sulit dikontrol.

Terdapat lima tahap perkembangan penyakit tersebut yakni gejala unilateral, gejala bilateral yaitu jarang jatuh, cenderung jatuh, dan pada tahap akut hanya bisa berbaring atau duduk di kursi roda. Hingga saat ini, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan, tetapi gejalanya dapat diatasi dengan pemberian obat levodopa atau golongan obat parkinson lainnya, berolah raga, operasi, dan fisioterapi.

Meski demikian, seseorang dapat melakukan beberapa pencegahan dini terhadap penyakit parkinson ini. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit parkinson ini, diantaranya adalah dengan menerapkan pola hidup yang sehat, berhenti mengkonsumsi alkohol, rokok dan obat terlarang, mulai mengonsumsi makanan yang bernutrisi seperti buah-buahan dan sayuran, belajar mengelola stress, rutin berolahraga dan mengurangi resiko cedera terutama bagian kepala.

Di Surabaya terdapat tim dokter bedah saraf terbaik dari berbagai spesifikasi keilmuan yang tergabung dalam yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Ada 6 divisi di dalam SNei, yakni trauma, vascular, pediatri, onkologi, fungsional dan spine. Parkinson termasuk ke dalam divisi fungsional dalam penangannya.

Dokter-dokter spesialis bedah saraf terbaik di Surabaya yang tergabung dalam SNei ini berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (Muf)

 

Leave a Reply

Select Language