Waspada Meningioma, Tumor yang Menyerang Wanita

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Meningioma atau tumor yang muncul pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang merupakan penyakit tumor yang cenderung menyerang wanita karena beberapa dokter percaya bahwa hormon wanita merupakan salah satu penyebab penyakit ini.

Meningioma, pada umumnya menyerang wanita berusia lanjut atau 45 tahun ke atas. Meski demikian, pria dan anak-anak juga memiliki resiko menjadi pengidap tumor jenis ini. Otak merupakan salah satu yang berpotensi terserang penyakit ini bila dibandingkan dengan saraf tulang belakang.

Meningioma bersifat jinak dan ganas, tapi pada umumnya merupakan tumor jinak. Sekitar 80% dari penderita dapat disembuhkan jika seluruh tumor berhasil diangkat. Tumor jenis ini cenderung memiliki perkembangan yang lambat. Untuk mengetahui penyakit Meningioma, diagnosis yang dilakukan dokter berupa tes CT scan dan MRI. Setelah melakukan tes, dokter dapat mengambil sampel tumor dengan tujuan diteliti apakah ini merupakan tumor jinak atau ganas.

Berikut beberapa gejala yang ditimbulkan ketika Meningioma mulai menyerang:

  • Lengan dan kaki terasa lemas.
  • Kejang-kejang.
  • Gangguan indera penciuman.
  • Mati rasa.
  • Sakit kepala yang semakin memburuk.
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan pendengaran.
  • Gangguan bicara.
  • Hilang ingatan.

Ketika penderita mengalami kejang dan gangguan penglihatan secara tiba-tiba segeralah konsultasi ke dokter, karena tumor yang bersifat jinak perlahan akan menjadi ganas ketika tidak segera mendapat penanganan dari dokter.

Penyebab dan Pengobatan Terhadap Meningioma

Hingga saat ini, penyakit Meningioma belum ditemukan penyebab pastinya. Akan tetapi berikut terdapat beberapa hal yang dapat berpotensi menimbulkan penyakit Meningioma.

  • Paparan radiasi ke kepala, yang terkadang terkena ketika seseorang menjalani terapi radiasi.
  • Meningioma banyak diderita oleh wanita. Sehingga, beberapa dokter percaya bahwa hormon wanita menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit ini.
  • Cacat turunan pada sistem saraf dapat berpotensi menimbulkan penyakit Meningioma.

Pengobatan yang dijalani oleh penderita Meningioma disesuaikan oleh dua faktor yaitu ukuran atau posisi Meningioma dan tingkat agresivitas tumor. Dokter tidak selalu mengarahkan penderita untuk melakukan pengobatan secara intensif. Karena penyakit ini tergantung ukuran tumor dan seberapa agresif perkembangan tumor. Jika tumor berukuran kecil dan tidak menyebabkan gejala apapun, dokter hanya menyarankan tes secara berkala untuk memantau perkembangan tumor ini.

Beberapa cara yang dilakukan dokter untuk mengobati Meningioma yaitu melakukan pembedahan dan mengangkat keseluruhan tumor jika tumor mulai membesar. Jika setelah melakukan pembedahan dan Meningioma tidak dapat diangkat secara keseluruhan, dokter akan menyarankan terapi radiasi dengan tujuan untuk menghilangkan sisa sel tumor untuk mencegah penyakit ini timbul kembali.

Terakhir, dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan Meningioma. Namun, hingga saat ini, obat yang benar-benar ampuh untuk menyembuhkan Meningioma masih terus diteliti dan diuji.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(khb)

Leave a Reply

Select Language