Waspada, Gangguan Perkembangan Otak Anak Saat Remaja

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id-Umumnya orang memahami bahwa perkembangan otak manusia, di usia 0-8 tahun. Padahal, meskipun tidak sepesat saat anak-anak, hingga usia remaja (baligh), otak masih terus berkembang. Di usia remaja, ada ancaman gangguan pada otak yang patut diwaspadai.

Hal itu dikatakan oleh Prof. Dr. dr. Abdul Hafid Bajamal, Sp.BS, pendiri Surabaya Neuroscience Institute (SNEI) di hadapan ratusan orangtua wali murid SMP Al Hikmah Surabaya.

Gangguan perkembangan otak pada remaja biasanya terjadi karena kecelakaan lalu lintas. Khususnya kecelakaan lalu lintas yang dialami remaja biasanya dialami di bagian kepala, sehingga mengakibatkan tulang pelipis hancur, dan otak robek.

“Kecelakaan lalu lintas ini jauh lebih berbahaya daripada ketika kepala dipukul,” tegasnya. Hal itu, lanjutnya, karena kecelakaan, umumnya menyebabkan benturan bertubi-tubi, dan tidak terkontrol. Orang yang jatuh karena kecelakaan lalu lintas, selalu saja terpelanting berkali-kali. “Karena banyak benturan itu, umumnya ia akan mengalami luka di banyak tempat,” katanya.

Karenanya, Prof Hafid berpesan, ini harus menjadi perhatian khusus bagi orangtua untuk tidak mudah memberi izin anaknya untuk membawa kendaraan bermotor. “Karena banyak sekali kasus kecelakaan yang menyebabkan kerusakan otak,” ujarnya.

Gangguan perkembangan otak yang kedua disebabkan keracunan makanan. Ia kemudian menyarankan untuk memakan makanan yang segar. Di sekitar kita, sudah banyak sekali makanan dengan pengawet, ini juga harus menjadi perhatian khusus. “Makanan yang disimpan di freezer, belum tentu segar, karena kualitasnya pasti akan menurun. Suhu yang bisa membuat makanan tetap segar ada di minus 7 derajat celcius. Siapa di antara kita yang punya kulkas dengan suhu seperti itu?” tanyanya.

Yang ketiga ialah pengaruh teknologi, gadget, handphone, komputer, listrik dan seterusnya. Karena masing-masing alat itu mempunyai gelombang radisi yang bisa diserap tubuh. Tubuh manusia menyerap sinar gama, sinar radiasi, dan gelombaang elektromagnetik yang kemudian bisa mempengaruhi kemampuan otak.

 

Mengenal Perkembangan Otak Remaja

Dalam otak terdapat beberapa serabut halus. Serabut halus inilah yang kemudian bergabung ke seluruh tubuh yang disebut “peripheral system”. Terdapat beberapa bagian di otak yang terdiri dari parietal lobe, frontal lobe, dan prefrontal cortex. Prefrontal cortex merupakan bagian yang berkembang pada usia remaja.

Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk mini. Tahapan perkembangan anak dimulai dari pola yang teratur, bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur, dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Kenali tahapan perkembangan otak remaja agar dapat mencegah paparan pengaruh buruk terhadap perkembangan otaknya seperti narkoba, pornografi, alkohol, dan rokok.

Perkembangan otak janin pada periode embrio mulai dari neural folds, neural groove, neural tube, neuroblast, neuron, synap, neuro-transmitter, medul aspinalis, ganglion, hemisfer otak, diencefalon, mesencefalon, cerebellum. 90% masa perkembangan otak anak dimulai sejak sebelum 8 tahun pertama. Pada masa itu, anak mampu menerima ilmu seakan tanpa batas. Otak terus berkembang sampai umur 20-30 tahunan. Dalam mengetahui perkembangan otak anak penting dibutuhkan peran besar orangtua dan guru.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

 

Leave a Reply

Select Language