Tetiba Gemetar, Mungkin Gejala Tremor

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Tremor, meskipun penyakit ini belum banyak diketahui orang, tetapi sudah banyak orang yang menderita penyakit ini. Sekitar 14,2% per 100.000 penduduk per tahun orang yang terdeteksi menderita tremor. dr. Achmad Fahmi, Sp.BS (K) Func, salah satu anggota Surabaya Neuroscience Institute (SNei) menjelaskannya.

Ia kemudian menjelaskan, jika tangan dan kaki tiba-tiba gemetar tidak jelas, mungkin seseorang itu menderita tremor. Tremor merupakan suatu gejala kontraksi otot ritmis yang menyebabkan gerakan gemetar di satu atau lebih bagian tubuh.

Gangguan ini gerakan paling sering menyerang tangan tapi bisa juga terjadi pada lengan, kepala, pita suara, torso, dan kaki. Gejala tremor mungkin intermiten (terjadi pada waktu yang terpisah, dengan jeda) atau konstan. Tremor, ia melanjutkan, paling sering terjadi pada orang dewasa setengah baya dan lebih tua, meski bisa terjadi pada usia berapapun. Kelainan ini umumnya menyerang pria dan wanita secara setara.

Dalam program “bincang medika” Radio Suara Muslim Surabaya itu, Dokter Fahmi menjelaskan bahwa tremor tidak mengancam nyawa, namun, akan mengganggu kualitas hidup seseorang. Hal itu karena penderitanya tidak mungkin melakukan pekerjaan dan tugas sehari-hari karena gangguan tremor.

“Biasanya kalo orang gerak tremor itu jadi nggak PD (percaya diri, red),” kata dokter yang pernah mendapatkan rekor muri karena menajadi pelopor operasi dengan metode Deep Brain Stimulation (DBS) itu.

Ia kemudian menjelaskan bahwa gejala tremor sangatlah berbeda dengan gejala Parkinson, meskipun memiliki gejala yang sama yaitu tubuh bergetar dan semakin hebat. “Tremor itu tidak selalu Parkinson dan Parkinson itu tidak selalu tremor,” ujar pria berkacamata ini.

Dokter Fahmi melanjutkan bahwa yang paling umum ditandai dengan TRAP (Tremor, Rigid, Akinesia dan Postural Imbalance). Tremor (resting tremor), yaitu gerakan tremor terjadi pada waktu diam. Rigid (kaku), yaitu tubuh menjadi kaku. Akinesia yaitu gerakan tubuh menjadi lambat, dan Postural Imbalance yaitu ketidakseimbangan tubuh.

Ia juga menambahkan bahwa gejala tremor bisa terjadi dalam kurun waktu yang lama. “Tremor itu lama dan tidak mendadak, kalo mendadak itu bisa jadi bukan gejala tumor,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tersebut.

Ia pun memaparkan faktor-faktor yang menyebabkan tremor seperti faktor usia, faktor pengkerutan otak, faktor pengkerutan sistem organ-organ tubuh, gangguan kromosom, gangguan infeksi dan kekurangan gula darah.

Tremor juga bisa terjadi karena gen keluarga dan masuknya zat kimia ke dalam tubuh seperti arsenic, zat timbal, bahan-bahan pengawet. Namun terkait dengan anggapan bahwa kopi menjadi penyebab munculnya tremor, ia mengatakan bahwa tidak sepenuhnya benar. “Memang banyak orang mengatakan bahwa minum kopi dapat menyebabkan tremor. 2% mungkin iya, tetapi 98% belum tentu tremor,” ujar dokter yang berpraktik di national hospital ini.

Ia melanjutkan bahwa bagi siapa saja yang menderita penyakit ini harap untuk memeriksakan dirinya ke dokter saraf. Di akhir perbincangan, Dokter Fahmi menyarankan agar terbiasa dengan pola hidup sehat, seperti olahraga rutin, memilih bahan makanan dan minuman yang sehat, tidak mengandung zat kimia, menghindari kecapekan, hindari obat-obatan tertentu yang bisa merusak tubuh, dan harus selalu happy. “Kuncinya di happy, karena tidak jarang kondisi psikologis akan menjadi pemicu kesehatan. Demikian juga dengan tremor,” tutupnya.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language