Terapi Stroke Bisa Dilakukan di Rumah

Foto: Wirawan/SNEI

snei.or.id – Serangan mematikan yang disebabkan stroke memang sangat mengkhawatirkan. Para ahli epidemiologi bahkan memperkirakan sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 35 tahun, memiliki risiko terserang stroke. Tingginya ancaman tersebut membuat penanganan “Golden Time Period” menjadi cara efektif selain melakukan terapi stroke setelah pengobatan.

Penanganan “Golden Time Period” sendiri memiliki batas waktu maksimal 4 jam setelah seseorang terserang stroke. Langkah berikutnya adalah memprioritaskan pengobatan dari para spesialis neurologi. Dari analisis merekalah Anda bisa mengetahui dampak serangan stroke terhadap sistem saraf.

Berbagai kasus stroke berat biasanya memerlukan penanganan medis lanjutan. Misalnya serangan stroke hermoragik yang akan ditangani dengan pemberian obat untuk menyerap darah secara alami. Jenis stroke ini juga sering kali ditindaklanjuti dengan pembedahan otak.

Pengobatan yang dijalani penderita stroke bisa disempurnakan dengan melakukan terapi stroke untuk pemulihan. Apabila Anda berencana menjalankan terapi stroke mandiri di rumah, pastikanlah prosesnya telah mencakup terapi psikologis, terapi fisik, terapi kognitif, terapi komunikasi, dan terapi buang air.

Dengan mengetahui jenis-jenis terapi yang sesuai rekomendasi spesialis, Anda akan lebih mudah mempersiapkan terapi stroke di rumah. Simak langkah-langkah persiapannya berikut ini.

  1. Waktu dan Tenaga

Sebagai pendamping selama terapi, pastikan dahulu Anda telah menyiapkan waktu dan tenaga yang cukup untuk membantu pemulihan penderita. Mengingat terapi bukanlah tugas sembarangan dan jasa fisioterapi tidaklah murah, upaya pendampingan yang Anda lakukan sebaiknya dilandasi kestabilan emosi yang dua kali lipat lebih besar.

Penting untuk memahami berbagai penurunan kondisi yang dialami penderita stroke. Kenalilah dengan cermat gangguan-gangguan mental seperti perasaan rendah diri, sulit menerima kenyataan, serta menurunnya kecerdasan dan kemampuan berpikir. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita stroke berisiko kehilangan memori mereka.

Apabila emosi Anda tidak stabil, proses terapi stroke di rumah justru bisa menjadi bencana bagi penderita. Pada intinya, terapi memerlukan dedikasi dan ketekunan yang super hebat agar pemulihan berjalan maksimal. Jadi, sebelum Anda memotivasi penderita stroke untuk lekas pulih, tanamkanlah motivasi dan keyakinan dalam diri Anda lebih dahulu.

  1. Air Hangat

Proses pemulihan menggunakan air hangat ini dikenal juga dengan nama hidroterapi. Sebuah metode yang bertujuan memperlancar peredaran darah sekaligus memberikan ketenangan karena efek relaksasi yang dihasilkan. Anda bisa menyiapkan rendaman air hangat dengan perkiraan suhu sekitar 31 derajat Celsius. Ajaklah penderita stroke untuk menggerakan pergelangan tangan, bahu, dan pergelangan kaki agar otot-otot mereka kembali terlatih.

  1. Alat Bantu Jalan

Terapi stroke bisa berjalan lebih efektif dengan memanfaatkan alat bantu jalan. Pilihlah jenis alat bantu sesuai rekomendasi spesialis, agar penderita stroke bisa melatih gerakan-gerakannya secara mandiri. Alat bantu jalan yang biasa digunakan adalah tongkat kaki empat. Ada bermacam bentuk tongkat yang bisa Anda pilih, seperti yang dilengkapi roda maupun yang memiliki kursi.

  1. Alat Makan

Persiapkanlah piring dan sendok berukuran besar untuk memudahkan penderita mengambil makanan. Apabila diperlukan, tanyakan kepada spesialis alat-alat makan yang cocok bagi jenis stroke yang diderita. Informasikan juga kepada spesialis jika penderita mengalami kesulitan untuk menelan makanan.

  1. Alat Untuk Menjangkau

Salah satu alat untuk menjangkau yang harus segera disiapkan adalah alat bantu pengait kancing. Dengan alat ini penderita akan lebih mudah berlatih memakai baju secara mandiri meskipun otot lengannya masih terasa lemah. Tetap lakukan pengawasan dan cermatilah perkembangan hariannya.

  1. Alas Tidur

Pemilihan alas tidur yang tepat bisa membantu pemulihan otot agar kembali kuat, sekaligus menghindari komplikasi gangguan otot lain, seperti dekubitus dan kontraktur. Sediakan juga kasur lantai setinggi lutut penderita agar mereka lebih mudah mempersiapkan posisi duduk dan berdiri. Ingatkan juga untuk mengubah posisi tidur setiap 3 atau 4 jam sekali.

Demikianlah langkah-langkah mempersiapkan terapi stroke secara mandiri di rumah. Beberapa persiapan mungkin membutuhkan bantuan dan dukungan dari ahlinya. Jadi komunikasikan dan laporkanlah perkembangan pemulihan secara intensif kepada spesialis Anda.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.

 

Leave a Reply

Select Language