Stroke, Inilah 3 Kebiasaan Pemicunya

 

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id-Stroke ternyata merupakan penyumbang kematian terbesar di Indonesia setelah penyakit Jantung. Gaya hidup yang buruk akan memicu munculnya penyakit mematikan ini. Berikut ini 3 kebiasaan yang mengundang stroke.

Pertama, merokok. Kebiasaan merokok memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan. Sudah banyak larangan merokok, baik dilakukan oleh individu, masyarakat, maupun instansi pemerintah, namun sepertinya tidak berpengaruh.

Dalam situs yang dilansir oleh kementerian kesehatan republik Indonesia, terdapat 4000 jenis bahan kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, mulai dari nikotin maupun zat lainnya yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Zat-zat tersebut berpotensi merusak imunitas tubuh, merusak kinerja pembuluh darah, melemahkan mutasi sel DNA dan RNA.

Zat-zat tersebut juga sangat berpotensi memicu penyakit kardiovascular.  Terutama zat nikotin yang terkandung dalam rokok. Nikotin meningkatkan pembentukan plak di arteri yang menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah, melalui stimulasi yang berlebihan pada asteilkolin dan reseptor glutamat sehingga memicu keracunan otak.

Kedua, begadang. Begadang adalah melakukan aktivitas di luar waktu istirahat. Aktivitas malam seperti begadang dapat membuat imunitas tubuh kita menjadi lemah. Selain imunitas tubuh menjadi lemah, sering begadang akan menyebabkan sakit kepala.

Selain sakit kepala, bergadang juga dapat menyebabkan gangguan mood. Sebuah penelitian yang dilakukan Sleep Medicine di Harvard University seperti dikutip oleh kompas.com mengatakan, keseringan bergadang dapat menyebabkan seseorang gampang marah dan moody sehingga menyebabkan seseorang mudah stress yang menjadi pemicu utama stroke.

Ketiga, mengonsumsi Alkohol. Konsumsi alkohol berlebih dapat memicu stroke hemoragik. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi tekanan darah yang dapat memicu stroke.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Karolinkska Institute di Swedia dan University of Cambridge  sebagaimana dikutip okezone.com menyatakan bahwa peminum berat 1,6 kali berisiko pendarahan intraserebral (stroke iskemik) dan 1,8 kali berisiko pendarahan subarachnoid (stroke hemoragik).

Kurang olahraga. Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga sering menjadi pemicu penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, hipertensi dan kolesterol. Penyakit tersebut tidak lagi menyasar kepada para manula tetapi sudah menyasar kepada usia muda. Berolahraga yang cukup akan meningkatkan aktivitas tubuh sehingga terhindar dari penyakit.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (aby)

 

Leave a Reply

Select Language