Smartphone Bisa Sebabkan Tumor Otak Pineal

 

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Otak menjadi organ yang paling penting dalam tubuh manusia, karena seluruh bagian dari tubuh dikendalikan oleh organ ini. Terlalu banyak menggunakan smartphone dan peralatan elektronik lainnya dapat memicu seseorang terkena tumor otak pineal yang menyerang organ yang sangat penting ini, otak.

Tumor terjadi karena penimbunan darah yang abnormal. Sel tumor tidak selalu muncul pada otak secara langsung (tumor otak primer), tapi mungkin merupakan hasil penyebaran dari bagian tubuh lain yang kemudian menyerang bagian otak (tumor otak sekunder atau metastasis). Tumor otak ada yang jinak dan ada yang ganas. Tumor otak jinak, dapat berubah layaknya bom waktu menjadi tumor otak ganas.

Tumor otak pineal, merupakan salah satu tumor jinak yang mampu ditangani. Tumor pineal menyerang kelenjar pineal yaitu kelenjar yang mengatur hormon melatonin yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus bangun dan tidur.

Tumor ini dapat terbentuk dalam jaringan di sekitar kelenjar pineal atau dalam sel yang membentuk kelenjar pineal. Tumor pineal yang baik tumbuh lambat dan dapat berubah menjadi agresif yang sangat mungkin penyakit menyebar ke sekitar otak. Anak-anak dan orang dewasa muda lebih rentan untuk terkena tumor pineal.

Keluhan terbanyak dari tumor pineal ialah sulit tidur,  tubuh melemah, gangguan penglihatan karena tumor otak ini merusak saraf yang terhubung ke mata atau ke bagian dari otak yang berfungsi memproses informasi visual (visual korteks), sakit kepala karena meningkatnya tekanan dalam otak itu sendiri dan gangguan pendengaran.

Tumor otak pineal lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja karena mereka sering terkena paparan radiasi dari barang elektronik (gadget) dan pengaruh bahan-bahan kimia yang ada dalam makanan mereka. Walaupun tidak menutup kemungkinan tumor ini menyerang kalangan dewasa.

Untuk mencegah timbulnya tumor pineal, perlu diterapkannya gaya hidup sehat sehingga meminimalisir  terkena penyakit ini. Yang kedua batasi penggunaan gadget dan perbanyak makan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter-dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (Aby)

 

Leave a Reply

Select Language