Saraf Terjepit, Begini Cara Menanganinya

dr. Muhammad Faris Sp.BS (K) saat Talk Show di Radio Suara Muslim Surabaya. Foto: Wirawan/ SNei

SNei.or.id-Masalah saraf terjepit, nampaknya sudah sangat sering terdengar di sekitar kita. Penderitanya pun orang-orang kita kenal dekat, baik kenalan, tetangga, sahabat, bahkan keluarga. Meski demikian, tak banyak yang mengetahui tentang penyebab dan bagaimana menanganinya.

Untuk penanganannya, dr. Muhammad Faris Sp.BS (K) Spine, salah satu spesialis bedah saraf yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei), dalam Program Bincang Medika Radio Suara Muslim 93,8 FM, Sabtu (3/2), menjelaskan bahwa terdapat beberapa penanganan awal apabila mengalami hal nyeri terus menerus di bagian tulang belakang. Pertama ialah istirahat, kemudian diberi beberapa obat-obatan tertentu, dan fisioterapi. “Apabila gejala yang dialami tidak kunjung membaik, harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan diagnostik,” ujarnya.

Meski demikian, perlu ada pendeteksian sejak dini dengan diagnosa yang dilakukan oleh dokter. Hasil diagnosa awal  akan menentukan penderita perlu dioperasi atau tidak. “Jika sudah bisa ditangani dengan obat dan fisioterapi, berarti tidak perlu operasi tindakan. Biasanya operasi dilakukan bila ada jepitan yang signifikan pada saraf,” ujarnya.

Dokter Faris  kemudian menyarankan agar segera berkonsultasi kembali ke dokter bila keluhan yang tidak kunjung membaik maksimal 6 minggu setelah mencoba pengobatan, kelemahan yg terus memberat, kemampuan berjalan yang semakin menurun dikarenakan nyeri pada punggung/kaki, nyeri yang bersifat menjalar pada tangan atau kaki, dan keluhan pada leher/punggung yang sangat menganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah saraf terjepit, Dokter Faris menyarankan, agar memperbaiki lifestyle, hindari trauma kecil secara berulang-ulang, seperti posisi leher atau duduk yang salah.  Selain itu, beristirahat yang cukup, olahraga dengan pemanasan yang cukup, dan konsumsi air minum yang banyak untuk menjaga kesehatan juga merupakan upaya untuk menjegah saraf terjepit.

Hindari Trauma Berulang-ulang

Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui problematika nyeri pada tulang belakang. Sebagian malah menganggap remeh penyakit ini. Waspadalah, karena bisa jadi itu adalah penyakit saraf kejepit.  Penyakit ini apabila tidak segera ditangani akibat yang ditimbulkannya sangat berat antara lain kelumpuhan lengan dan tungkai kedua sisi, impotensi, dan kehilangan kemampuan dalam mengontrol keinginan buang air kecil dan buang air besar.

Dalam “Bincang Medika” di radio dengan pendengar terbanyak ketiga se-gerbang kertasusila itu, mengatakan terdapat beberapa gejala yang menyebabkan penyakit saraf kejepit, seperti trauma (jatuh), trauma yang terjadi berulang-ulang (tanpa kita sadari), infeksi TBC pada tulang belakang, tumor dan gangguan pembuluh darah.

Dokter yang berpraktik di RSUD Dr.Soetomo, RS PHC Surabaya dan RS Adi Husada Undaan Surabaya ini mengatakan bahwa rata-rata penyakit saraf terjepit disebabkan degeneratif (penuaan), tuberculosis, tumor, kecelakaan, posisi duduk/posisi tidur yang salah dan angkat berat yang salah.

Hal itulah yang menurutnya akan membuat suatu jepitan di struktur tulang belakang. Ia juga menambahkan bahwa penyakit ini terjadi pada usia berapapun, terlebih karena masalah lifestyle (gaya hidup). “Lifestyle itu berpengaruh pada repetitive injury,” ujar staf pengajar Ilmu Saraf Tulang Belakang di Departemen Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Dokter Faris kemudian menyebutkan beberapa gejala yang patut diwaspadai mengenai penyakit ini seperti nyeri yang bersifat menjalar, kelemahan pada tangan dan kaki di satu sisi dan  sulit buang air kecil dan besar.

“Monggo, kami di SNei siap membantu jika ada yang perlu dikonsultasikan,” tegasnya. SNei, ia menjelaskan, merupakan kumpulan spesialis bedah saraf dari sub spesialisasi yang sangat berpengalaman menangani berbagai kasus bedah saraf. “Alhamdulillah, sudah banyak yang kami bantu untuk menyelesaikan masalah kesehatannya,” ujarnya semangat. (aby)

Leave a Reply

Select Language