RSUD Dr. Soetomo Perkenalkan Metode Baru Operasi Parkinson

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Penyakit Parkinson belum banyak diketahui sebagian besar masyarakat Indonesia, begitu pula dengan pengobatannya. Hal ini membuat banyak penderita Parkinson memilih berobat di luar negeri. Kini penderita Parkinson bisa berobat ke RSUD Dr. Soetomo. Senin (29/1) akan memperkenalkan metode pengobatan baru  untuk penyakit Parkinson.

Para dokter yang  di RSUD Dr. Soetomo yang tergabung dalam Integrated  Neuorological Disease Unit yang terintegrasi dari berbagai bidang. Salah satunya adalah tindakan Stereotactic Brain Lesion dan Deep Brain Stimulation pada penyakit Parkinson, Tremor dan Dystonia.

Operasi yang akan dilakukan dalam kondisi pasien sadar penuh dengan menggunakan alat MRI 3 Tesla dengan resolusi tinggi yang sangat membantu menegakkan diagnostic dan terapi dengan gambaran saraf sangat detil dengan resolusi yang sangat tinggi. Operasi yang akan dilakukan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Rumah Sakit pemerintah di Indonesia. RSUD Dr. Soetomo mendatangkan alat MRI 3 Tesla ini bekerjasama dengan PINS Medical dari Tiongkok.

Menurut Dr. dr. Agus Turchan, Sp.BS, (K) Kepala Departemen Bedah Saraf, RSUD Dr. Soetomo yang merupakan anggota Surabaya Neuroscience Institute (SNei) Divisi Neuro Fungsional, pemasangan alat ini merupakan satu-satunya yang ada di rumah sakit pemerintah di Indonesia. “Bukan hanya di Jawa Timur, Di Indonesia malah. Bahkan Jakarta sekelas RSCM belum ada. Baru kita yang ada,” ujar Dokter Agus.

Lebih lanjut, Dokter Agus mengatakan bahwa pemasangan alat ini sebenarnya sudah lama direncanakan. “Dulu saya didorong Gus Ipul (Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim, red) untuk mendatangkan alat ini di Soetomo. Sampai suatu saat, saya ketemu lagi, masih juga belum, sungkan saya sebenarnya. Syukurlah, sekarang sudah terealisasi,” ujarnya sambil tersenyum.

dr. Ahmad Fahmi Sp.BS, (K), dokter spesialis yang menangani masalah Parkinson ini menyampaikan bahwa alat ini punya kelebihan bisa memantau penderita Parkinson dari jarak jauh. Hal ini, lanjutnya, tentu sangat memudahkan pasien, karena pasien tidak perlu ke Surabaya 3 bulan sekali misalnya untuk memeriksakan perkembangannya. “Bayangkan, akan sangat repot jika pasien berdomisili di Maluku, Medan, Kalimantan atau di tempat lain yang jauh di sana harus ke Surabaya. Sekarang lebih mudah, kami tinggal mengontrol lewat komputer.”

MRI 3 Tesla, Lebih Baik dari Sekadar Minum Obat

Tujuan dari pemasangan alat ini ialah untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan  meningkatkan “Quality of life” bagi penderita Parkinson, Movement Disorder, Epilepsi dan masalah saraf lainnya. “Meminum obat hanya membantu dalam jarak jangka pendek. Pasien akan merasa enak karena “honeymoon-nya” cuma sebentar, beberapa hari kemudian akan sakit lagi. Sementara dengan alat ini, akan menjadikan kondisi penderita jadi lebih baik,” ujar Dokter Agus. Tetapi dengan alat ini, meskipun dia masih minum obat, tetapi dia masih bisa bertahan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Direktur RSU Dr. Soetomo, dr. Harsono dalam sambutannya mengatakan bahwa selain alat, RSU Dr. Soetomo didukung SDM yang sangat berkualitas. “SDM di rumah sakit ini, punya kompetensi yang sangat lengkap yang siap melayani pasien dengan penyakit apapun,” ujarnya bangga. (aby)

2 Comments

  1. Dika 13 April 2018
    • admin-snei 8 May 2018

Leave a Reply

Select Language