Parkinson, Bagaimana Mengetahuinya?

 

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id-Parkinson, memang penyakit yang jarang sekali dibahas di Indonesia. Meski demikian, bukan berarti penyakit ini tidak ada. Tulisan ini akan menjelaskan tentang bagaimana Parkinson itu, dan bagaimana mengetahui gejalanya.

Parkinson adalah penyakit degeneratif saraf atau kerusakan pada saraf yang umumnya diderita oleh orang berusia lanjut. Penyakit ini cukup berbahaya dikarenakan menyerang otak tengah. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit parkinson adalah keterbatasan kemampuan gerak dan pergerakan otot yang menjadi kaku yang terus memburuk dan terjadi dalam jangka waktu yang  panjang.

Dampak tersebut terjadi dikarenakan kerusakan sel pada beberapa daerah di sekitar otak. Gejala awal yang ditimbulkan penyakit ini adalah seringnya merasa lemah atau merasa lebih kaku pada bagian tubuh, kemudian salah satu tangan terasa gemetar halus pada saat tidak bergerak atau istirahat.

Gejala selanjutnya yang ditimbulkan yaitu tremor (getaran yang terjadi secara tidak sadar) yang makin parah dan menyebar. Kemudian, otot akan terasa kaku dan tidak fleksibel untuk digunakan, pergerakan otot menjadi lambat, berkurangnya keseimbangan dan juga koordinasi pada tubuh. Penderita penyakit parkinson juga bisa mengalami gejala fisik lainnya seperti kostipasi atau sulit buang air besar secara teratur, insomnia atau sulit tidur, kehilangan indera penciuman, depresi, cemas, serta daya ingat yang semakin lemah.

Penyebab Parkinson

Penyebab parkinson adalah bagian kecil dari otak tengah substantia nigra yang sudah terpengaruhi. Fungsi dari substantia nigra adalah mengirim pesan ke berbagai saraf di tulang belakang yang berfungsi mengendalikan otot otot pada tubuh, pesan akan dikirimkan oleh sel otak ke saraf dan otot dengan memanfaatkan senyawa kimia yang disebut neurotransmiter.

Salah satu neurotransmiter utama yang dihasilkan oleh sel otak di substantia nigra adalah dopamine. Pergerakan tubuh sangat dipegaruhi oleh dopamine saat jumlah dopamine menurun akan menyebabkan aktivitas otak terganggu dan itulah awal dari timbulnya penyakit parkinson.

Penurunan dopamine dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat dari penyakit Parkinson. Hanya saja beberapa obat atau terapi yang diberikan untuk meringankan penyakit, tanpa menghilangkannya. Pengobatan atau terapi yang dilakukan hanya semata menjaga kualitas dari tubuh, agar tubuh tidak menjadi pasif.

Beberapa cara yang dilakukan untuk meringankan penyakit Parkinson bisa melalui fisioterapi, mengkonsumsi obat atas saran dari dokter, hingga melakukan operasi. Bila diperlukan. Pengobatan yang dilakukan harus secara rutin agar mengetahui perkembangan kondisi kesehatan tubuh.

Penderita Parkinson haruslah tetap diawasi oleh orang sekitar dalam kehidupan sehari-harinya hingga penderita merasakan perkembangan yang signifikan. Itulah pentingnya menerapkan pola hidup sehat, agar terhindar dari segala penyakit baik yang kecil maupun yang mematikan. Mengkonsumsi buah-buahan dan olahraga yang teratur sangatlah dianjurkan demi menjaga kesehatan tubuh.(khb)

Leave a Reply