Nyeri Punggung Bisa Disebabkan Kuman

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Nyeri yang muncul di daerah punggung bisa disebabkan karena infeksi tulang belakang oleh tuberkulosis, spondilitis tuberkulosis (TB). Hal itu ternyata sangat berpotensi menyebabkan penyakit serius, termasuk defisit neurologis dan deformitas tulang belakang yang permanen. Apa itu tuberkulosis (TB)? Berikut ulasannya.

Spondilitis tuberkulosis adalah infeksi pada tulang belakang yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Sejak obat anti tuberkulosis dikembangkan dan peningkatan kesehatan masyarakat, tuberkulosis tulang belakang menjadi menurun di daerah negara industri, meskipun tetap menjadi penyebab yang bermakna di negara berkembang.

Insidensi spondilitis tuberkulosa bervariasi di seluruh dunia. Biasanya, berhubungan dengan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia serta kondisi sosial di negara tersebut.

Saat ini spondilitis tuberkulosa merupakan sumber morbiditas dan mortalitas utama pada negara yang belum dan sedang berkembang, terutama di Asia, di mana malnutrisi dan kepadatan penduduk masih menjadi merupakan masalah utama. Pada negara-negara yang sudah berkembang atau maju insidensi ini mengalami penurunan secara dramatis dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Di Amerika Utara, Eropa dan Saudi Arabia, penyakit ini terutama mengenai dewasa, dengan usia rata-rata 40-50 tahun sementara di Asia dan Afrika sebagian besar mengenai anak-anak (50% kasus terjadi antara usia 1-20 tahun).

Pola ini mengalami perubahan dan terlihat dengan adanya penurunan insidensi infeksi tuberkulosa pada bayi dan anak-anak di Hong Kong (7,8,9) . Pada kasus-kasus pasien dengan tuberkulosa, keterlibatan tulang dan sendi terjadi pada kurang lebih 10% kasus.

Walaupun setiap tulang atau sendi dapat terkena, akan tetapi tulang yang mempunyai fungsi untuk menahan beban (weight bearing) dan mempunyai pergerakan yang cukup besar lebih sering terkena dibandingkan dengan bagian yang lain.

Dari seluruh kasus tersebut, tulang belakang merupakan tempat yang paling sering terkena tuberkulosa tulang kurang lebih 50% kasus, diikuti kemudian oleh tulang panggul, lutut dan tulang-tulang lain di kaki, sedangkan tulang di lengan dan tangan jarang terkena.

Area torako-lumbal terutama torakal bagian bawah (umumnya T 10) dan lumbal bagian atas merupakan tempat yang paling sering terlibat karena pada area ini pergerakan dan tekanan dari weight bearing mencapai maksimum, lalu dikuti dengan area servikal dan sakral. Defisit neurologis muncul pada 10-47% kasus pasien dengan spondilitis tuberkulosa. Hal ini menyebabkan  diagnosis dini sangatlah penting.

Kenali dan Cegah Spondilitis Tuberculosis

Dikutip dari onehealth.com menuliskan bahwa bakteri tuberculosis dapat menyebar melalui udara, penggunaan masker merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah bakteri ini masuk ke dalam tubuh. Adapun beberapa ciri-ciri yang dapat dikenali bagi penderita tuberkulosis tulang adalah, pertama, penderita akan merasa pegal-pegal disertai rasa lelah di sore hari. Selanjutnya, penderita akan mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang derastis, demam serta berkeringat di malam hari.

Kedua, pada anak-anak gejalanya adalah kejang otot di malam hari yang juga disertai dengan demam ringan. Pada kasus yang berat, kelemahan otot bisa menyebabkan kelumpuhan.

Ketiga, nyeri pada sendi mirip seperti arthritis, bengkak, mengalami keterbatasan dalam bergerak, kulit diatas bagian yang nyeri terasa panas dan berwarna kebiruan.

Selain dapat dikenali melalui gejala-gejala yang disebutkan di atas, spondilitis tuberkulosis juga bisa dicegah melalui perubahan pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat dapat dimulai dengan mengkonsumsi makanan yang syarat akan gizi. Namun, jika sudah terlanjur mengalami spondilitis tuberkulosis, segera periksakan ke dokter spesialis bedah saraf untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan intensif.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter-dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (Muf)

Leave a Reply

Select Language