Nyeri di Satu Sisi Sisi Wajah? Mungkin Iritasi Saraf

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Saraf yang teriritasi atau tertekan, ternyata dapat menimbulkan nyeri yang teramat sangat di satu sisi wajah. Kelainan yang disebut Trigeminal Neuralgia, tentu saja sangat mengganggu aktivitas. Tulisan ini akan mengulas kelainan saraf itu.

Kelainan ini menyebabkan penderitanya merasakan nyeri tajam dan hilang timbul pada satu sisi wajah. Lokasi nyerinya pun bisa beragam. Terkadang berada di sekitar mulut, kadang pula berada di sekitar pipi.

Seringkali kelainan ini dikaitkan dengan masalah di gigi maupun sinus. Namun, sebenarnya nyeri yang ditimbulkan berasal dari saraf yang teriritasi atau tertekan. Pada sebagian kasus, nyeri tidak hanya timbul pada satu sisi wajah, namun kedua sisi wajah. Namun, hal ini sangat jarang dan terjadi tidak dalam waktu yang bersamaan. Kelainan ini pada umumnya dialami oleh perempuan yang berusia 50 tahun ke atas dibandingkan dengan pria dengan rentan usia yang sama.

Saraf Trigeminal merupakan saraf yang bertanggungjawab penuh atas timbulnya kelainan Trigeminal Neuralgia. Saraf ini dikenal sebagai saraf yang mengantarkan sensasi dari wajah menuju ke otak, sekaligus mengontrol sebagai fungsi motorik wajah, seperti mengunyah dan menggigit. Sehingga, bila saraf ini mengalami iritasi, efek yang timbul berupa rasa tebal hingga nyeri berat di sebagian wajah.

Trigeminal Neuralgia mengakibatkan penderita menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan kecil sehingga timbul nyeri berat pada sebagian wajah. Beberapa pemicunya adalah ketika menyentuh wajah, berbicara, tersenyum, berdandan atau mengenakan riasan wajah, bercukur, makan, minum, menyikat gigi, mencuci muka, bahkan terkena hembusan angin sekalipun.

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Pada beberapa kasus, kelainan Trigeminal Neuralgia disebabkan oleh kelainan pada otak akibat luka atau cedera, efek dari prosedur pembedahan, stroke, tumor yang menekan saraf trigeminal, atau trauma yang dialami oleh wajah. Trigeminal Neuralgia juga terkait dengan kelainan yang menyebabkan rusaknya selaput pelindung saraf yang bernama mielin seperti pada penyakit multiple sclerosis. Selain itu, kelainan ini dapat timbul seiring proses penuaan.

Untuk mengatasi kelainan Trigeminal Neuralgia, penanganan yang diberikan memiliki beberapa pilihan dan dikombinasikan sesuai dengan penyebab kondisinya. Penanganan yang diberikan meliputi suntikan maupun pembedahan yang akan menangani sakit yang ditimbulkan.

Namun, untuk penanganan awal, pada umumnya akan diberikan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi atau menghalangi sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Obat yang diberikan yaitu Antikonvulsan seperti carbamazepine, oxcarbazepine, lamotrigine, phenytoin, clonazepam, dan gabapentin. Selain dalam bentuk obat, suntikan botox dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit yang tidak bisa ditangani ketika obat-obatan sudah diberikan.

Metode lain yang diberikan yaitu proses pembedahan untuk mencegah terjadinya tekanan pada saraf Trigeminal. Selain itu, pembedahan juga dilakukan untuk menghancurkan serat saraf Trigeminal atau disebut juga rhizotomy yang mengalami gangguan fungsi.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(khb)

Leave a Reply

Select Language