Kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan kian tinggi. Hal ini pun menuntut dunia medis untuk semakin mengembangkan layanan kesehatannya. Tidak hanya ditunjang alat kesehatan yang semakin canggih namun ahli medis yang terlibat di dalamnya juga harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan dan menjadi solusi.

Saat ini pelayanan kesehatan di dalam negeri khususnya di Surabaya tidak kalah dibandingkan dengan luar negeri. Anggapan masyarakat bahwa rumah sakit lokal hanya bisa mengobati penyakit ringan, membuat pasien dengan penyakit “berat” seperti kanker, stroke, tumor otak, movement disorder, dsb lari ke negara-negara yang dianggap lebih concern terhadap kesehatan. Padahal di Surabaya banyak sekali rumah sakit yang memiliki alat canggih dan ahli medis yang kemampuannya tidak diragukan lagi.

Melihat perkembangan dunia medis yang masih harus dimaksimalkan, maka dibentuklah institusi beranggotakan ahli bedah saraf di Surabaya yang bertujuan mulia, yaitu memajukan keilmuan dan pelayanan bedah saraf di Indonesia

Surabaya Neuroscience Institute (SNei) ini terdiri dari 17 dokter bedah saraf yang mempunyai keahlian khususnya di saraf dan tulang belakang yang memiliki subspesialisasi masing-masing. Terbentuk sejak tahun 1984, kini para anggotanya tersebar di 15 rumah sakit di seluruh Surabaya. Tidak hanya mengobati pasien penyakit sarafm mereka juga melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat karena sebagian besar adalah pendidik.