Mimpi Buruk Anak itu Bernama Tumor Medulloblastoma

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Masa anak, merupakan masa paling menentukan usia-usia selanjutnya. Kehilangan masa anak-anak, tentu saja merupakan mimpi buruk yang bisa menghantui siapa saja. Medulloblastoma, tumor yang menyerang anak-anak ini, salah satu mimpi buruknya.

Medulloblastoma merupakan salah satu jenis tumor yang kerap menyerang anak-anak. Penyakit ini sering kali terdetksi pada anak berusia kurang dari 10 tahun. Medulloblastoma tergolong jenis tumor otak langka dengan angka kejadian 1:1000 kasus pertahun di dunia.

Sama seperti jenis tumor lainnya, medulloblastoma mulai menyerang pada sel-sel otak anak dengan cara tumbuh terus menerus dalam jangka waktu yang singkat. Pertumbuhan sel otak yang tidak terkendali ini umumnya terjadi pada sel-sel pada bagian belakang otak, otak kecil atau cerebellum, yang bertugas untuk mengontrol pergerakan tubuh dan koordinasi otot.

Ketika bagian otak kecil anak atau cerebellum mengalami kerusakan, maka anak akan mengalami kehilangan koordinasi gerakan, ketidakmampuan dalam memperkirakan jarak dan kapan harus berhenti ketika bergerak, kehilangan kemampuan berjalan, tremor, melemahnya otot, berbicara yang kurang jelas, dan pergerakan mata yang tidak normal.

Tumor ini dikategorikan sebagai tumor malignant atau menyebabkan kanker yang agresif menyerang sistem saraf pusat  pada cerebellum. Karena menyerang lokasi yang sangat vital inilah, medulloblastoma dapat menyebabkan cacar jangka panjang pada fungsi intelektual dan saraf anak, bahkan dapat mengancam nyawa anak apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Gejala dan Pengobatan Medulloblastoma

Medulloblastoma umumnya sulit dideteksi pada usia anak yang terlampau muda, sehingga terkadang menyebabkan diagnosis yang terlambat. Anak-anak yang terserang penyakit medulloblastoma umumnya mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, muntah tanpa mual terutama pada pagi hari, dan keanehan dalam bergerak (canggung).

Selain itu, kemungkinan juga terjadi masalah atau kemunduran dalam kemampuan menulis, menangkap bola, dan kemampuan motorik lainnya, serta gangguan penglihatan.

Beberapa pengobatan yang dilakukan ketika anak mengalami medulloblastoma antara lain operasi, terapi radiasi, serta terapi menggunakan bahan-bahan kimia atau kemoterapi. Operasi otak umumnya merupakan langkah awal pengobatan medulloblastoma, dengan tujuan mengangkat dan menghilangkan sebanyak mungkin sel-sel tumor dari otak.

Jika sel-sel tumor masih tetap ada setelah operasi, atau ketika sel kanker telah menyebar, maka pasien akan menjalani terapi menggunakan sinar X berenergi tinggi atau sinar radiasi lain untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

Selain itu, dapat pula dilakukan kemoterapi menggunakan obat-obatan yang juga bertujuan untuk menghentikan sekaligus membunuh sel-sel kanker yang cenderung sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(khb)

Leave a Reply

Select Language