Mengenal TBC yang Menyerang Tulang Belakang

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-TBC, selama ini identik dengan paru-paru (tubercolosis). Namun tahukah Anda bahwa TBC (tuberculosis) dapat menyerang tulang belakang? Seperti apakah penyakit ini?

TBC tulang bisa dikatakan  hampir serupa dengan TBC atau tuberkulosis  yang menyerang paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui udara.

Bakteri mycobacterium tuberculosis yang tidak diobati kemudian dapat menyebar bagian tubuh lainnya di luar paru melalui aliran darah. Salah satunya adalah menyebar ke tulang belakang. Bakteri ini mudah menyebar karena sistem imun (daya tahan tubuh) yang lemah.

Semua penderita tuberkulosis (TBC) tulang belakang pernah terinfeksi TBC paru. Saat mereka didiagnosis terkena penyakit TBC tulang belakang, TBC paru umumnya sudah tidak aktif lagi. Sehingga, kebanyakan penderita tuberkulosis tulang tidak mengalami gejala batuk seperti penderita TBC paru.

Ciri dan Gejala TBC Tulang Belakang

TBC tulang belakang umumnya diderita oleh orang dewasa muda. Orang dengan TBC tulang belakang akan mengeluh bahwa tulang punggung mereka kaku dan terasa menyakitkan.

TBC yang menyerang tulang belakang, biasanya mempengaruhi bagian toraks (dada belakang), sehingga menyebabkan nyeri punggung dan bentuk tulang punggung yang aneh seperti bungkuk.

Gejala umum lainnya yang bisa muncul atau mungkin tidak muncul akibat dari TBC tulang belakang yaitu demam dan berkeringat di malam hari. Gejala lainnya ialah penderita sering mengalami kelelahan.

Mencegah TBC Tulang Belakang

TBC tulang belakang bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Caranya dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk meningkatkan sistem imun (daya tahan tubuh). Termasuk dengan berhenti mengkonsumsi alkohol, rokok dan obat terlarang, juga rutin berolahraga. Hal ini dapat memperkuat daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah kita dari berbagai virus dan penyakit, termasuk TBC tulang belakang.

Di Surabaya terdapat tim dokter bedah saraf terbaik dari berbagai spesifikasi keilmuan yang tergabung dalam yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Ada 6 divisi di dalam SNei, yakni trauma, vascular, pediatri, onkologi, fungsional dan spine. Parkinson termasuk ke dalam divisi fungsional dalam penangannya.

Dokter-dokter spesialis bedah saraf terbaik di Surabaya yang tergabung dalam SNei ini berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (Aby)

 

Leave a Reply

Select Language