Mengenal Penyakit Stroke

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id – Berdasarkan survey kesehatan nasional Republik Indonesia, stroke merupakan pembunuh terbesar kedua setelah penyakit jantung.  Apa dan bagaimana stroke itu? Bagaimana mencegahnya? Berikut ini ulasannya.

Stroke merupakan suatu penyakit dimana gejala fungsi saraf otak berubah. Hal itu terjadi disebabkan suplai darah ke bagian otak terputus atau sangat berkurang, atau bisa juga disebabkan aliran darah yang buruk ke otak sehingga menyebabkan kematian sel dan mengurangi suplai oksigen dan nutrisi otak. Terdapat serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf pada otak.  Dalam hitungan menit, sel otak mulai mati. Ketika sel otak mati kemampuan yang dikendalikan oleh area otak seperti memori dan kontrol otot hilang.

Stroke terbagi menjadi dua jenis. Stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi disebabkan kekurangan aliran darah oleh arteri yang tersumbat atau menyempit. Stroke karena penyumbatan memerlukan tindakan pemberian obat pengencer untuk melarutkan pembekuan di dalam pembuluh darah otak.

Sedangkan stroke hemoragik terjadi disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam otak. Stroke hemoragik dapat terjadi apabila pendarahan  di dalam otak hipertensi maligna (tekanan darah yang sangat tinggi), tumor otak yang sudah berdarah, kelainan pembuluh darah yang telah pecah. Atau bisa juga disebabkan karena terjadinya cedera parah atau trauma pada kepala, ketidaknormalan pembuluh darah di otak sejak lahir (cacat bawaan), aneurisma (pelebaran abnormal pada pembuluh nadi), penyakit hati, penyakit anemia sel sabit, penyakit hemofilia (pembekuan darah), ketidakteraturan detak jantung, dan tumor otak. Stroke jenis ini haruslah memerlukan tindakan pembedahan.

Gejala stroke dapat berupa rasa tebal atau lumpuh mendadak pada wajah, tangan, kaki pada satu sisi tubuh, tiba-tiba kebingungan dan sulit bicara, penglihatan mendadak terganggu, mendadak sukar berjalan, perubahan kesadaran yang tidak diketahui penyebabnya dan kejang. Bagaimana seseorang terkena stroke tergantung dari mana stroke terjadi di otak dan berapa banyak  saraf otak yang rusak. Beberapa orang pulih sepenuhnya dari serangan stroke, namun lebih dari 2/3 korban selamat akan memiliki beberapa jenis kecacatan.

 

Stroke Bisa Menyerang Siapa Saja

Stroke bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya terbatas pada kalangan manula saja. Sekarang stroke sudah menyerang usia dibawah 45 tahun, bahkan anak muda sekalipun!

Menurut survey kesehatan dunia (World Health Organization) Secara global, stroke adalah penyebab utama kematian kedua, dan penyebab paling umum keenam dari kecacatan. Sekitar 15 juta orang menderita stroke setiap tahun, dengan sepertiga dari kasus ini atau sekitar 6,6 juta mengakibatkan kematian. Persentase kematian dini akibat stroke meningkat menjadi 94%  pada orang di bawah usia 70 tahun.

Agar tidak terkena stroke, seseorang harus mengimbanginya dengan melakukan relaksasi, refreshing, olahraga, dan jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja tanpa ditunjang kegiatan lain yang bisa melepas ketegangan otak, seperti istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Hindarilah rokok. Rokok mengandung zat nikotin, carbon monoksida yang berpotensi menimbulkan kerusakan dinding pembuluh darah. Hindarilah stress, karena stress akan memicu tekanan darah berlebihan. Termasuk mendengkur saat tidur. Meskipun mendengkur bukanlah suatu risiko stroke, tetapi mendengkur dapat meningkatkan resiko terkena stroke sewaktu tidur.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language