Mengenal Astrocytoma, Jenis Tumor dari Sel Berbentuk Bintang

 

Foto: Wirawan/ SNei

SNei.or.id-Kita tentu saja sudah sering mendengar penyakit tumor. Meski demikian, penyakit tumorpun punya beragam jenisnya. Salah satunya Astrocyma. Apa dan bagaimana tumor Astrocyma itu? Berikut ini penjelasannya.

Astrocytoma merupakan salah satu jenis tumor otak yang terbentuk dari astrosit, yang merupakan sel berbentuk bintang yang terdapat pada otak.  Astrosit adalah salah satu dari beberapa jenis sel pendukung dalam otak.

Astrocytoma pada umumnya menyerang orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan bakal menyerang anak-anak. Astrocytoma dapat timbul pada seluruh bagian yang terdapat di otak, namun pada umumnya menyerang bagian otak besar, otak kecil, sumbu otak yang melekat pada tulang belakang, dan saraf optik yang mengarah dari otak ke mata. Otak merupakan organ utama sistem saraf pusat dan terdiri atas sel-sel saraf (neuron) yang saling mendukung (glial).

Penyebab Astrocytoma belum diketahui. Namun, beberapa kemungkinan penyebab penyakit ini adalah faktor lingkungan, dan virus yang menyebar.

Gejala dan Pengobatan Astrocytoma

Gejala yang timbul akibat penyakit ini beragam, tergantung pada bagian otak mana yang diserang. Gejala awal yang ditimbulkan meliputi sakit kepala disertai mual dan muntah atau kejang-kejang. Kemudian beberapa gejala lain yang timbul yaitu lemas pada otot lengan atau kaki pada satu sisi tubuh, fungsi penglihatan yang mulai menurun, dan kesulitan berbicara.

Pada beberapa kasus, penderita akan mengalami perubahan mental seperti linglung, disorientasi, kemampuan mengingat berkurang, serta mudah tersinggung. Pada penderita di bawah umur, peningkatan intra cranium yang timbul akibat tumor Astrocytoma dapat memperbesar ukuran kepala. Perubahan yang timbul seperti pembengkakan, dapat dilihat pada bagian belakang retina mata.

Ada tiga jenis pengobatan untuk mengatasi Astrocytoma yaitu, operasi, radiasi terapi, dan kemoterapi. Namun, pada umumnya penderita astrocytoma memilih jalan operasi untuk mengangkat bagian tumor karena dianggap lebih efektif untuk menghentikan perkembangan tumor. Operasi dilakukan berdasarkan besarnya tumor yang berkembang dan status fungsional penderita.

Pengobatan Astrocyma

Selain operasi, terapi radiasi dan kemoterapi merupakan dua terapi kombinasi untuk menghancurkan sel-sel tumor residu dan membatasi kemungkinan tumor ini tumbuh kembali. Pemberian terapi radiasi pada penderita astrocytoma mampu memperkecil massa tumor dan memperbaiki gejala-gejala neurologis.

Tetapi, pada saat ini kemoterapi bukanlah pilihan utama untuk pengobatan Astrocytoma. Astrocytoma yang ganas bersifat incurable,  dan tujuan utama pengobatan adalah untuk memperbaiki gangguan neurologis (seperti fungsi kognitif) serta memperpanjang kelangsungan hidup penderita.

Keberhasilan perawatan Astrocytoma tergantung pada beberapa faktor, yaitu jenis tumor (seberapa agresif perkembangannya), ukuran tumor, banyaknya tumor yang diangkat, lokasi tumor, dan usia pasien. Pengobatan simtomatis, rehabilitasi, dan dukungan psikologis sangat penting sebagai proses penyembuhan pasien. Sehingga, penyakit ini dapat sembuh secara maksimal dan penderita dapat melakukan rutinitas kembali.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(khb)

Leave a Reply

Select Language