Mendeteksi Tumor Otak Sejak Dini

Foto: Wirawan/ SNei

SNei.or.id-Tumor otak merupakan penyakit yang perlu diwaspadai dengan cepat jika gejala sudah muncul, terlambat menanganinya, bisa fatal akibatnya. Mengenali gejalanya, merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditawar.

Tumor otak adalah pertumbuhan jaringan abnormal di sekitar otak atau tulang belakang pusat yang dapat mengganggu fungsi dari otak. Tumor otak dapat menyerang siapa saja, namun pada umumnya menyerang orang dewasa. Sampai saat ini belum ditemukan penyebab pasti dari tumor otak.

Beberapa peneliti menduga bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik dan paparan bahaya kimia berbahaya. Tumor pada otak tidak dapat menyebar ke organ lain karena penyakit ini tidak memiliki akses yang sama ke aliran darah yang ditimbulkan oleh tumor pada bagian tubuh lainnya.

Tumor otak dibagi berdasarkan dua kelompok bila dilihat berdasarkan perkembangannya, yaitu tumor jinak (tidak bersifat kanker), dan tumor ganas (bersifat kanker). Tumor yang tumbuh pada otak dikenal dengan istilah tumor otak primer. Sedangkan, tumor yang tumbuh pada bagian lain di sekitar tubuh dan menyebar hingga otak disebut dengan tumor otak sekunder atau metastatik.

Gejala dan Penanganan Tumor Otak

Gejala yang ditimbulkan selalu berkaitan dengan letak dan ukuran tumor otak tersebut. Tumor yang tumbuh secara perlahan mungkin pada awalnya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala paling umum adalah sakit kepala hebat yang semakin parah di pagi hari, mual dan muntah, kejang-kejang, serta gangguan penglihatan seperti kabur atau penglihatan ganda.

Jika mengalami gejala pusing atau sakit kepala parah yang berkelanjutan tanpa adanya penyebab yang jelas, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan.

Penderita dapat juga mengalami kebingungan, perubahan ciri kepribadian, rasa lemah pada lengan atau kaki, cadel, penurunan fungsi pendengaran, hingga epilepsi.

Diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mempermudah penanganan pada tumor otak. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menjadi bertambah serius sehingga tekanan yang dihasilkan dapat merusak di area sekitar otak.

Pada sebagian kasus tumor otak jinak, prosedur operasi biasanya sudah cukup untuk menghilangkan tumor. Namun, tumor yang tumbuh secara perlahan biasanya akan tumbuh kembali setelah melakukan pengobatan dan berpotensi berubah menjadi ganas (kanker). Jika sudah menjadi ganas, tumor cenderung akan menyebar dan tumbuh lebih cepat.

Berikut merupakan beberapa jenis pengobatan pada kasus tumor otak, di antaranya:

  • Metode pengobatan kemoterapi. Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh se-sel tumor.
  • Metode yang menggunakan radiasi energi atau radioterapi. Tujuan metode ini sama dengan kemoterapi yaitu membunuh sel-sel tumor.
  • Operasi pengangkatan tumor yaitu mengangkat tumor tanpa merusak jaringan di sekitarnya.
  • Radiosurgery atau radiasi energi yang cukup tinggi yang diarahkan pada tumor untuk membunuh sel-selnya. Radiosurgery diberikan ketika tumor muncul pada area yang sulit diangkat tanpa merusak jaringan di sekitarnya.
  • Obat diberikan untuk mengatasi gejala yang disebabkan oleh tumor, baik sebelum dan sesudah operasi. Contoh obat yang diberikan yaitu antikonvulsan untuk mencegah kejang-kejang, kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan di sekitar tumor, pereda nyeri untuk mengatasi pusing, dan antiemesis untuk mengurangi rasa mual.

 

Dokter akan mendampingi guna menentukan pengobatan terbaik. Dokter akan menjelaskan keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari berbagai metode pengobatan yang akan diterapkan. Setelah melakukan pengobatan ataupun operasi, terapi lanjutan sangat disarankan agar proses pemulihan berjalan lancar dan pasien dapat menjalani aktivitas kembali seperti biasa.

Kini, ada grup dokter spesialis bedah saraf yang berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang menamakan dirinya sebagai SNei (Surabaya Neuroscience Institute). Beberapa anggotanya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. Dokter-dokter spesialis SNei, akan siap menjawab berbagai permasalahan terkait dengan permasalahan bedah saraf. (khb)

Leave a Reply

Select Language