Memahami Cerebral Palsy

Foto: Wirawan/

Snei.or.id-Celebral Palsy, nama penyakit ini mungkin jarang terdengar di telinga kita. Meski demikian, sebenarnya, penderitanya banyak ditemui di sekitar kita. Apa dan bagaimana celebral palsy itu? Bagaimana penanganannya?

Cerebral Palsy adalah penyakit bawaan lahir yang menyerang pada otot dan saraf. Cerebral berarti berhubungan dengan otak, palsy berarti kelemahan atau kesulitan menggunakan otot. Penyakit ini umumnya mempengaruhi gerakan tubuh yang terbatas, postur tubuh yang abnormal, gerakan tak terkendali, dan tidak adanya keseimbangan ketika berjalan.

Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak yang terbatas ataupun cedera otak sehingga menyebabkan kecacatan. Cerebral palsy pada umumnya terjadi pada bayi atau anak kecil yang masih mengalami masa pertumbuhan. Sedangkan tanda-tanda yang ditimbulkan terjadi ketika bayi atau prasekolah.

Penderita cerebral palsy memiliki kondisi lain yang berkaitan dengan kelainan perkembangan otak, seperti cacat intelektual, masalah pendengaran atau penglihatan, dan kejang. Pada umumnya penderita cerebral palsy memiliki otot yang menyempit, dengan pergerakan yang kaku terutama pada kaki, lengan dan punggung. Anak penderita cerebral palsy terkadang mengalami kesulitan belajar, mendengar, atau melihat, hingga keterbelakangan mental. Masalah cerebral palsy tidak akan memburuk dari waktu ke waktu, tetapi gejala cerebral palsy yang baru muncul dapat menjadi lebih buruk ketika anak semakin besar.

Gejala Cerebral Palsy dan Cara Mencegahnya

Penyebab cerebral palsy adalah cedera pada bagian otot akibat perkembangan otak yang terbatas. Beberapa penyebab terjadinya cerebral palsy :

  1. Ibu mengalami cedera pada masa hamil.
  2. Bayi mengalami cedera dalam proses persalinan atau masal anak-anak.
  3. Tidak mendapatkan oksigen yang memadai selama atau setelah lahir.
  4. Infeksi yang menular dari ibu ke bayi.
  5. Infeksi serius yang dapat mempengaruhi otak dari bayi pada saat baru lahir seperti meningitis.
  6. Masalah kelahiran prematur.

Gejala yang ditimbulkan cerebral palsy yaitu pergerakan lengan dan kaki yang abnormal, bayi sulit makan, bentuk otot yang buruk pada awal kehidupan, perkembangan bicara dan berjalan yang lambat, kejang otot, tubuh kaku, koordinasi yang buruk dan mata yang terlihat marah.

Cerebral palsy tidak dapat disembuhkan tetapi gejala yang timbul dan cacat bisa dibantu dengan terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologi, terapi wicara dan operasi. Terapi fisik yang dilakukan membantu anak mengembangkan otot agar lebih kuat dan bekerja dengan keahlian sebagaimana mestinya.

Beberapa terapi yang dilakukan yaitu mengajari anak berjalan, duduk, dan melatih keseimbangan tubuh. Bila diperlukan, pembedahan dilakukan untuk mengurangi kejang otot atau kelainan tulang yang disebabkan oleh kekejangan. Prosedur pembedahan meliputi bedah ortopedi dan pemotongan saraf.

Beberapa hal dapat dilakukan oleh ibu yang sedang mengandung untuk mengantisipasi terjadinya penyakit cerebral palsy yaitu makan makanan bergizi, tidak merokok karena merokok sangat tidak baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung, hindari paparan zat berbahaya, dan sering melakukan konsultasi kehamilan dengan dokter secara teratur.(khb)

Leave a Reply

Select Language