Lakukan Ini Jika untuk Menangani Penderita Epilepsi

Foto: Wirawan/ SNei

SNei.or.id-Penyakit Epilepsi, jika kambuh seringkali ditandai dengan kejang-kejang. Kambuhnya pun seringkali tidak terduga. Apa yang seharusnya kita lakukan untuk menolong jika tiba-tiba seseorang yang ada di kita kambuh? Berikut ini ulasannya.

Jika menemukan seseorang yang kambuh penyakit epilepsinya, yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat diri kita tetap tenang dan tidak panik. Kepanikan, justru akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Biasanya, penderita epilepsi yang kambuh akan mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Karenanya, bisa jadi, ada benda-benda yang membahayakan di sekitar tempat kambuhnya penderita epilepsi seperti batu, pecahan kaca, kayu dan seterusnya. Karenanya, singkirkan dulu, benda yang berbahaya, dan jauhkan dari penderita yang sedang kambuh itu.

Langkah selanjutnya, penderita hendaknya dimiringkan agar jalan nafasnya tetap terjaga dari sesuatu yang mengganggu jalan nafas. Jika menemukan pakaian yang mengikat kuat atau ketat pada pasien, seperti ikat pinggang atau dasi, sebaiknya segera dilepaskan supaya bisa bernafas.

Jika kambuh, penderita akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terkendali. Karenanya, sebaiknya kita melindungi kepala penderita agar tidak terbentur benda keras di sekitarnya.

Dampingi penderita sampai serangan epilepsinya berakhir. Ukurlah waktu serangan. Apabila serangan yang terjadi lebih dari lima menit dan belum melambat, atau penderita mengalami masalah pernafasan luka atau kesakitan, segera hubungi ambulan, agar bisa ditangani lebih lanjut. Jangan sekali-kali menahan kejang penderita selama terjadi serangan dan jangan menaruh benda apapunĀ  ke dalam mulut, karena dapat menyebabkan luka pada gigi atau mulut.

Jika penderita mulai tenang, miringkan badannya dan hadapkan kepalanya ke atas untuk melindungi kemungkinan tersedak dan menjaga nafas agar tetap lancar.

Mengenal Epilepsi

Epilepsi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan atau cetusan listrik di otak yang tidak normal yang ditandai dengan kejang yang disertai dengan keluar busa dari mulut. Sebagian masyarakat masih memiliki mitos bahwa penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan merupakan penyakit kutukan, atau kesurupan.

Epilepsi, hingga kini belum banyak yang tahu penyebabnya. Tetapi sebagian kecil mengetahui kemungkinan penyebab epilepsi yaitu kurang atau rendahnya oksigen saat proses kelahiran. Bisa juga disebabkan cedera kepala saat kelahiran. Penyebab lainnya, stroke atau jenis lain dari kerusakan otak, tumor otak. Selain itu, bisa disebabkan kondisi genetik yang mengakibatkan cedera otak, dan infeksi seperti meningtis.

Menurut sumber yang dimiliki oleh World Health Organization (WHO), sekitar 50 juta orang di seluruh dunia merupakan penderita epilepsi. Hampir 80% penderita epilepsi tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Prosentase penderita epilepsy yang berobat sekitar 70% dari waktu ke waktu. Sekitar tiga perempat orang dengan epilepsi yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mendapatkan perawatan penyakit mereka.

Karena itulah menjadikannya salah satu penyakit neurologis yang paling umum di dunia. Meskipun di Indonesia belum ada data pasti mengenai epilepsi tetapi diperkirakan jumlah orang dengan epilepsi yang masih mengalami bangkitan atau membutuhkan pengobatan berkisar 1,8 juta.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

 

 

Leave a Reply

Select Language