Lakukan Ini Jika Ananda Terkena Spina Bifida

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Spina bifida merupakan kondisi cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya celah pada tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi. Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua jika mendapati anaknya terkena spina bifida?

Kelainan pada penyakit ini disebabkan oleh pembentukan sumsum tulang belakang yang tidak sempurna pada bayi selama dalam kandungan. Pada kondisi normal, embrio akan membentuk tabung saraf yang kemudian berkembang menjadi tulang belakang dan sistem saraf. Jika proses ini tidak berjalan dengan lancar, beberapa ruas tulang belakang tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga menciptakan celah.

Anak yang lahir dengan spina bifida mungkin akan sulit beradaptasi dengan kehidupan barunya. Begitu pula dengan orangtua, mereka harus belajar menyesuaikan diri dengan kondisi anak dan berperan aktif dalam merawatnya. Berikut tips merawat anak yang lahir dengan spina bifida.

  • Bayi yang terlahir dengan kondisi ini akan bergerak dan beraktivitas dengan cara berbeda. Butuh bantuan ahli terapis fisik yang bekerja sama dengan orangtua untuk mengajari bagaimana melatih kedua kaki dan tangan bayi. Baik untuk meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan gerakan bayi. Lakukan latihan yang sesuai dengan rekomendasi dari ahli terapis fisik. Selain itu, anda bisa mengajarkan anak bagaimana cara berenang dan bermain dengan teman sebaya, dan segala sesuatu yang mudah untuk dilakukan sang anak.
  • Bayi yang mengidap spina bifida juga rentan dengan kulit lecet akibat goresan benda di sekitarnya. Jadi, orangtua harus memeriksa kulit bayi setiap saat, tidak membiarkannya terlalu lama berjemur di bawah matahari, dan pastikan kehangatan air jika ingin memandikannya. Selain itu, dilansir CDC, sebagian besar bayi yang lahir dengan kondisi ini mengalami alergi terhadap benda atau produk yang memiliki kandungan lateks atau karet alami. Artinya, orangtua harus menjauhkan bayi dari benda-benda tersebut. Perhatikan pula dengan penggunaan aksesoris seperti kalung atau gelang yang dapat melukai kulitnya. Selain itu, penting bagi orangtua untuk memastikan ukuran sepatu yang sesuai dengan kakinya, memberikan krim tabir surya (sunblock) yang sesuai dengan kulitnya untuk melindungi dari sengatan matahari ketika anak bermain diluar, dan mengajarkan anak bermain dan beraktivitas secara aman serta memberitahu anak apa yang harus dilakukan ketika terluka.
  • Bayi dengan spina bifida juga membutuhkan pelayanan kesehatan seperti imunisasi guna meningkatkan kekebalan tubuhnya seperti bayi pada umumnya. Selain itu, bayi juga membutuhkan perawatan khusus dari seorang ahli ortopedi yang akan memeriksa kesehatan otot dan tulang bayi, ahli urologi yang memeriksa kesehatan ginjal dan kandung kemih bayi, dan seorang ahli bedah saraf yang akan memeriksa perkembangan otak dan tulang belakang bayi.
  • Balita dan anak prasekolah dengan spina bifida akan mengalami perubahan kondisi mental, emosional, dan kehidupan sosialnya. Sehingga, anak akan lebih aktif untuk menjelajahi lingkungan dan belajar mandiri. Perlu bantuan dari orangtua untuk membantu mengembangkan diri anak dan sikap kemandiriannya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung perkembangan anak yaitu mengajarkan anak cara mengatasi keterbatasan tubuhnya misalnya dengan alat bantu seperti kursi roda. Walaupun anak membutuhkan perhatian ekstra, bukan berarti orangtua lantas membatasi ruang geraknya. Biarkan anak melakukan sesuatu secara mandiri dan tetap dalam pengawasan orangtua.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan anak secara rutin. Sekaligus mengkonsultasikan ke ahli medis mengenai perawatan dan penggunaan kateter bagi yang menggunakanan kursi roda, serta memastikan kebersihannya.
  • Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(khb)

Leave a Reply

Select Language