Lakukan Hal Ini Jika Mengalami Cedera Kepala

Foto: Wirawan SNEI

Snei.or.id-Kepala merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Namun, kadangkala ada hal tak diinginkan yang membuat kepala menjadi cedera. Lalu apa yang harusnya kita lakukan jika mengalami cedera kepala?

Cedera kepala adalah kondisi dimana kepala mengalami benturan dari luar. Cedera kepala dapat melibatkan kulit kepala, tulang dan jaringan otak atau kombinasinya. Cedera kepala dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala yang mengakibatkan luka di kulit kepala. Cedera kepala berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi otak maupun saraf otak, fraktur tulang tengkorak, robekan selaput otak, dan kerusakan jaringan otak itu sendiri.

Cedera kepala terjadi ketika ada benturan keras, terutama yang langsung mengenai kepala. Seperti Jatuh dari ketinggian atau terpeleset di permukaan yang keras, kecelakaan lalu lintas, cedera saat berolahraga atau bermain, kekerasan dalam rumah tangga, penggunaan alat peledak atau senjata dengan suara bising tanpa alat pelindung, Shaken baby syndrome, atau sindrom yang terjadi saat bayi diguncang secara kasar atau berlebihan. Keparahan cedera akan tergantung dari mekanisme dan kerasnya benturan yang dialami penderita.

Beberapa kondisi pada cedera kepala meliputi luka ringan, memar di kulit kepala, bengkak, perdarahan, patah tulang tengkorak dan gegar otak, tergantung dari mekanisme benturan dan parahnya cedera yang dialami. Berdasarkan tingkat keparahannya, cedera kepada dibagi menjadi tiga, yaitu cedera kepala ringan, sedang, dan berat. Cedera kepala ringan dapat menyebabkan gangguan sementara pada fungsi otak seperti mual, pusing, linglung, atau kesulitan mengingat untuk beberapa saat. Bagi penderita cedera kepala berat, potensi komplikasi jangka panjang hingga kematian dapat terjadi jika tidak ditangani dengan tepat. Perubahan perilaku dan kelumpuhan adalah beberapa efek yang dapat dialami penderita dikarenakan otak mengalami kerusakan, baik fungsi fisiologisnya maupun struktur anatomisnya.

Mengenali Gejala Cidera Kepala

Gejala yang dialami penderita cedera kepala berbeda-beda sesuai dengan keparahan kondisi yang dialami oleh penderita. Bisa dirasakan langsung sesaat setelah cedera terjadi. Bisa juga baru muncul setelah beberapa hari hingga beberapa minggu kemudian.

Beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita cedera kepala biasanya kehilangan kesadaran untuk beberapa saat, terlihat linglung atau memiliki pandangan kosong, pusing, kehilangan keseimbangan, Mudah merasa lelah.Mudah mengantuk dan tidur melebihi biasanya.Sulit tidur, sensitif terhadap cahaya atau suara, penglihatan kabur, kesulitan mengingat atau berkonsentrasi, merasa depresi. Sedangkan pada penderita cedera kepala sedang hingga berat dapat kehilangan kesadaran yang sangat lama, pusing hebat secara berkelanjutan, kehilangan koordinasi tubuh, kejang, merasa sangat bingung, koma, hingga berujung pada kematian.

Segera Datangi Dokter

Apabila Anda mengalami hal diatas, segera datangi dokter terdekat. Dokter akan memeriksa kepala Anda menggunakan CT Scan, apakah kepala anda/saraf otak anda mengalami masalah atau tidak. Pemeriksaan akan dilakukan untuk mengevaluasi fungsi saraf, dengan cara mengukur kekuatan otot, kemampuan pasien dalam mengontrol pergerakan otot, tingkat keleluasaan pergerakan mata, kemampuan dalam merasakan sensasi, dan sebagainya.

Tingkat kesadaran pasien dapat dinilai dengan pemeriksaan Glasgow Coma Scale  (GCS) melalui penilaian kemampuan pasien untuk mengikuti instruksi atau merespon suatu rangsangan fisik yang diberikan. Nilai GCS normal adalah 15, yang merupakan nilai maksimal untuk pemeriksaan ini. Semakin rendah nilai yang didapat, maka kondisi yang dialami pasien semakin buruk.

Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat cedera yang dialami pasien. Secara umum, dokter akan membantu dengan pemberian obat-obatan, terapi, atau melakukan tindakan operasi jika diperlukan.

Penderita cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan tindakan medis khusus dikarenakan kondisinya dapat membaik dengan beristirahat. Untuk meredakan rasa nyeri, penderita dianjurkan untuk mengonsumsi paracetamol. Disarankan untuk tidak mengonsumsi obat antiinfalamasi, seperti ibuprofen atau aspirin, tanpa instruksi dokter karena dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi perdarahan dalam otak.

Jika cedera kepala tergolong sedang atau berat, dokter akan memberikan obat antikejang untuk menekan risiko kejang yang biasa terjadi seminggu setelah trauma, atau diuretik untuk meredakan tekanan dalam otak dengan mengeluarkan cairan dari tubuh.

Dalam kasus yang tergolong parah, seperti kerusakan pada pembuluh darah, dokter mungkin akan memberikan obat penenang yang dapat membuat pasien masuk dalam kondisi koma sementara (induced coma). Hal ini dilakukan untuk meredakan tekanan dan beban kerja otak yang tidak dapat menerima oksigen dan nutrisi seperti biasanya.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language