Konsumsi Susu Dapat Mencegah Tremor

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Konsumsi masyarakat Indonesia terhadap susu terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Padahal, mengonsumsi susu tiga gelas perhari dapat mencegah terjadinya penyakit movement disorder seperti Tremor, Parkinson, dan dystonia.

Data yang diperoleh dari Dirjen Industry Agro, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 11,09 liter per kapita. Masih kalah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya yang hampir 48 liter per kapita.

Susu mengandung banyak kalsium yang sangat baik untuk tulang belakang dan saraf otak. Profesor Neurologi, In-Young Choi dan Profesor Nutrisi Debra Sullivan dari University of Kansas Medical Center yang melakukan penelitian ini menyatakan mereka ingin mengetahui lebih lanjut bahwa susu tidak hanya penting untuk tulang dan otot.

“Studi ini membuktikan konsumsi susu baik juga untuk otak Anda,” terang mereka seperti dilansir laman Daily Mail, Jumat (27/3/2015).

Sebanyak 60 orang dewasa terlibat dalam penelitian ini. Mereka ditanyai mengenai konsumsi susu sehari-hari. Kemudian dipindai otaknya untuk memantau tingkat glutathione di dalamnya.

Hasilnya, mereka yang banyak minum susu memiliki lebih banyak glutathione dalam otak. Tingkat glutathione berada pada kadar paling tinggi bila seseorang minum tiga gelas susu per hari. Ini menunjukkan meningkatnya antioksidan dalam otak. Tingginya antioksidan dalam otak mampu menangkal kerusakan saraf otak. Sehingga akan terhindar dari penyakit movement disorder seperti Tremor, Parkinson, Diseleksia dan Dystonia.

Sungguh sangat nikmat apabila segala aktivitas seperti berjalan, berlari, makan, menggosok gigi, menulis, mengetik, dan beraktivitas penuh dapat kita lakukan sebagaimana biasa. Namun, apabila tubuh tiba-tiba mengalami gangguan pergerakan tubuh (movement disorder), kegiatan yang mudah itu, akan menjadi susah.

Kondisi itu bisa terjadi akibat gangguan pada otaknya. Tak hanya bagian kepala dan wajah, movement disorder juga bisa terjadi di anggota tubuh lain seperti tangan dan kaki. Kondisi ini memang sangat mengganggu.

“Ini akan menurunkan tingkat Quality Of Life,” kata dr. Ahmad Fahmi Sp. BS, pakar bedah saraf (neuro fungsional) yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Orang tak akan mudah melepaskan diri dari stres yang diakibatkan oleh penyakit ini. Sehingga karena rasa stress itulah, penyakit ini kian lama kian parah.

Agar tidak terjadi hal sedemikian rupa, perlulah menghindari aktivitas fisik yang berat dan tidak sepadan dengan kondisi fisik. Yang kedua dengan banyak mengkonsumsi susu. Minat masyarakat yang masih rendah akan minum susu membuat kebanyakan masyarakat Indoneia menderita penyakit ini. Padahal, kandungan kalsium dalam susu selain baik untuk tulang belakang, juga sangat baik untuk perkembangan saraf-saraf otak.

Cobalah dan rasakan manfaat mengkonsumsi susu agar tidak terserang dari penyakit movement disorder. Dengan begitu, kualitas hidup akan membaik. Apabila terserang penyakit ini, konsultasikan ke dokter bedah saraf di seluruh rumah sakit di Indonesia. Di Surabaya terdapat tim yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute yang siap menangani masalah ini. (Aby).

Leave a Reply

Select Language