Kolesterol Berlebih, Waspada Stroke Iskemik

Foto: Wirawan/SNei

Snei.or.id-Makan goreng-gorengan, bersantan dan berminyak tentu saja sangat nikmat. Namun waspadalah. Apabila berlebihan akan berdampak pada penumpukan kolesterol pada tubuh. Jika dibiarkan, dapat menyumbat aliran darah arteri yang menuju ke otak. Sehingga mampu menimbulkan stroke iskemik yang mematikan.

70 persen kadar kolesterol dipengaruhi oleh enzim tubuh di hati. Kolesterol yang tinggi disebabkan oleh lemak jenuh berantai. Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh menjadi pemicu munculnya stroke iskemik. Manusia normal umumnya memiliki batas kadar koleterol dalam tubuh mereka ya 160–200 mg.

Akan tetapi, tidak semua kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. Hanya kolesterol yang termasuk kategori Low Density Lipoprotein (LDL) saja yang berakibat buruk karena kolesterol ini akan menumpuk pada dinding arteri yang menjadikan penyempitan dinding arteri.

Sedangkan jenis kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) merupakan kolesterol yang dapat melarutkan kolestrol jahat dalam tubuh dan menghilangkan kelebihan kolesterol dalam arteri. LDL bertugas mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan.

Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri dan menyebabkan penyakit. Di lain sisi, HDL, sebagai kebalikan dari LDL, bertugas mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati. Di dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran.

Kadar kolesterol dalam darah yang disarankan bisa bervariasi.  Sekitar 80% kolesterol yang terdapat di dalam tubuh diproduksi oleh hati dan 20% lagi berasal dari konsumsi makanan yang berasal dari hewan (jenis lemak jenuh seperti: daging, jeroan, makanan berminyak dan bersantan) dan nabati (seperti kacang-kacangan). Karena itulah, kadar kolesterol bisa meningkat tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi. Namun, penumpukkan kolesterol merupakan proses yang sangat kompleks, berlangsung dalam waktu lama, dan terjadi secara diam-diam.

Penumpukan kolesterol menyebabkan  aliran darah ke otak menjadi buruk sehingga menyebabkan kematian sel dan mengurangi suplai oksigen dan nutrisi otak. Terdapat serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf pada otak. aliran darah arteri yang menuju ke otak pun dapat tersumbat atau menyempit. Dalam hitungan menit, sel otak mulai mati. Ketika sel otak mati kemampuan yang dikendalikan oleh area otak seperti memori dan kontrol otot hilang.

Stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan katena adanya hambatan atau sumbatan pada pembuluh darah otak tertentu sehingga daerah otak yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut tidak mendapat pasokan energi dan oksigen, sehingga pada akhirnya jaringan sel-sel otak di daerah tersebut mati dan tidak berfungsi lagi.

Aturlah pola makan Anda dan jangan lupa berolahraga. Asupan nutrisi harus diimbangi antara vitamin, lemak, protein dan mineral dengan mengonsumsi sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan susu. Apabila anda mengalami stroke iskemik,  konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di seluruh Indonesia.

Di Surabaya, terdapat tim dokter bedah saraf yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei), sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

 

Leave a Reply

Select Language