Kenali Gejala Epilepsi pada Anak

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id – Epilepsi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Epiepsy dapat terjadi pada anak di usia balita. Biasanya para orangtua sering mengaitkan gejala ini dengan kejang pada anak. Bagaimana cara mengetahui anak anda terkena epilepsi atau tidak?

Epilepsi merupakan penyakit gangguan saraf otak yang ditandai dengan kejang-kejang dan keadaan menggigit-gigit lidah atau tidak sadarkan diri dalam jangka waktu tertentu bahkan cukup lama.

Epilepsi pada mulanya ditandai dengan diam sesaat, gangguan kesadaran, kesemutan hingga kontraksi otot. Epilepsi tidaklah disebabkan oleh bakteri ataupun virus. Hingga kini, masih banyak orang yang belum mengetahui secara pasti penyebab epilepsi. Banyak yang mengatakan bahwa epilepsi terjadi karena sebab benturan di kepala, atau mereka mengira bahwa penyakit ini disebabkan karena kanker otak.

Epilepsi pada anak, perlu diketahui berbagai gejalanya. Berikut ini gejala-gejala yang perlu diketahui.

  1. Kejang total dan mulut berbusa

Kejang total seringkali menyebabkan anak jauh ke tanah dan kehilangan kesadaran. Kejang ini berlangsung dari dua sampai lima menit. Pada saat itu anak menjadi kaku dan tidak terkendali. Keadaan itu seringkali tanpa disadari akan mengeluarkan busa dari mulutnya dan air seni. Seringkali anak tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya.

  1. Tatapan mata anak kosong

Tatapan mata kosong pada anak seringkali dikaitkan dengan melamun. Pada anak pendeita epilepsi, seringkali tubuh mereka kaku dan tidak bisa digoyangkan.

  1. Kedutan pada tubuh

Pada penderita epilepsi, anak seringkali mengalami kedutan. Kedutan terjadi pada satu bagian tubuh kemudian menjalar ke bagian tubuh lainnya. Keadaan kedutan ini mampu dilakukan pada saat sadar maupun pada saat ia tidur.

Penyebab Epilepsi pada Anak

Epilepsi pada anak pun ada penyebabnya, salah satu di antaranya adalah anak kekurangan oksigen pada saat dilahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada saat posisi bayi ketika lahir terjebak di jalur keluar.

Penyebab berikutnya adalah, cedera kepala pada anak saat lahir. Biasanya kondisi ini terjadi pada penderita diabetes, dimana kondisi janin membesar dan jalan lahir menyempit.. Ketiga, terdapat kadar abnormal di dalam tubuh seperti kekurangan natrium.

Lalu apa yang harus dilakukan saat Ananda terkena epilepsi. Terdapat beberapa tips bagi orangtua apabila anak-anak mereka mengalami kejadian di atas.

  1. Longgarkan atau buka pakaian anak sehingga tidak ada yang membuat kondisinya buruk
  2. Posisikan kepala anak dalam posisi miring sehingga anak mudah untuk bernafas
  3. Jauhkan dari benda-benda yang membuatnya terluka dan terbentur
  4. Apabila kejang semakin parah, bawalah anak anda ke dokter

Anak penderita epilepsi disarankan untuk rutin mengecek kondisi mereka ke dokter. Mereka juga perlu diberi obat khusus secara teratur. Obat yang diberi haruslah sesuai dengan anjuran dokter. Efek obat tersebut akan mengurangi gejala kejang pada anak. Jika gejala kejang mulai berhenti, maka penggunaan obat bisa dihentikan.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language