Kenali Ciri Epilepsi pada Anak

Foto:Wirawan/SNei

SNei.or.id- Menurut data Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia pada tahun 2012, dari 1,8 juta penderita epilepsi aktif di Indonesia, hampir 100 ribunya adalah anak-anak. Untuk itu penting buat para orangtua mengetahui seluk beluk epilepsi, terutama tentang ciri-ciri anak yang terkena epilepsi.

Epilepsi adalah penyakit yang menjadikan penderitanya tidak sadarkan diri. Nama lain dari epilepsi adalah ayan. Penyakit ini umumnya terjadi karena adanya perintah otak yang tidak terkendali, sehingga membuat penderitanya tidak sadar dan sulit mengendalikan dirinya sendiri.

Epilepsi terjadi karena perintah otak pada saraf memiliki impuls listrik, dan itulah sebabnya mengapa seseorang bisa mengalami epilepsi. Dikutip dari laman halosehat.com, berikut ini adalah beberapa ciri fisik anak epilepsi yang bisa menjadi perhatian.

Sering Merasa Kaku pada Kaki dan Tangan

Salah satu ciri anak yang mengalami epilepsi biasanya sering merasa kaku pada bagian kaki dan tangannya. Ciri ini sangat umum terjadi pada anak-anak yang memiliki riwayat epilepsi sebelumnya. Hal ini bisa disebabkan karena otot dan sistem saraf yang mulai tidak berkoordinasi. Penyebab utamanya adalah karena sistem impuls listrik pada otak anak bermasalah.

Sering Sesak Napas 

Ciri anak epilepsi selanjutnya adalah sesak napas. Anak yang epilepsi umumnya memiliki gangguan pernapasan yang cukup serius. Sehingga ketika anak sesak napas, otomatis asupan oksigen pada otak berkurang, hal inilah yang menyebabkan terjadinya epilepsi pada anak. Kondisi ini juga bisa berhubungan dengan asma pada anak sejak awal atau ketika masih bayi.

Kepala Sering Pusing

Anak yang epilepsi pasti akan lebih sering pusing karena asupan oksigen yang sedikit. Ketika anak sudah mulai pusing, orangtua yang paham pasti akan segara menyiapkan obat yang sudah diberikan dokter. Sehingga anak akan merasa lebih tenang dan epilepsi juga bisa terhenti.

Panas Tinggi

Salah satu ciri anak epilepsi lainnya adalah suhu tubuh anak yang semakin tinggi. Ketika anak menagalami demam tinggi hingga 2 hari, maka orangtua sudah harus siap obat kejang untuk mengantisipasi terjadinya epilepsi pada anak.

Sulit Berkonsentrasi

Anak yang memiliki riwayat epilepsi cenderung sulit untuk berkonsentrasi dengan baik. Hal ini terjadi karena mereka merasa lemas, tegang atau sulit untuk memehami sesuatu.

Jika Tidak Nyaman akan Marah

Tingkat emosional yang tinggi juga bisa menyebabkan kambuhnya epilepsi pada anak, karena ciri ini merupakan salah satu ciri anak yang memiliki riwayat epilepsi. Umumnya orangtua akan tahu bagaimana cara untuk menghadapi anak tersebut agar lebih tenang.

Tubuh Anak Merasa Tegang

Penderita epilepsi umumnya akan mudah merasa tegang dalam situasi atau kondisi tertentu. Anak yang menderita epilepsi akan mudah pingsan ketika merasa tertekan atau tegang dalam satu lingkungan atau kondisi.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(Muf)

 

Leave a Reply

Select Language