Kecanduan Gadget pada Anak Dapat Pengaruhi Stabilitas Otak

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id- Tidak dapat dipungkiri, gadget sudah menjadi primadona baru di zaman ini. Ia pun digandrungi di hampir semua kalangan, terkecuali anak-anak. Kegandrungan anak-anak terhadap perangkat telepon pintar ini semakin lama justru menimbulkan permasalahan tersendiri, karena berpengaruh bagi saraf otak.

Gadget atau perangkat pintar elektronik ini memang menjadi terobosan baru di zaman yang serba modern ini. Semuanya bisa dilakukan hanya dengan menggerakkan jari. Tak hanya berkirim pesan, telepon pintar ini bisa membayar semua kebutuhan, baik cicilan, listrik, air, pulsa hingga membeli tiket bioskop. Smartphone ini juga menyuguhkan berbagai varian informasi dan hiburan. Hampir setiap aktivitas yang kita lakukan hamper semuanya bisa dilakukan dengan gadget.

Karena berbagai kemudahannya, dan dengan alasan tuntutan zaman, orangtua berlomba-lomba memperkenalkan gadget kepada anaknya agar anak menjadi melek terhadap teknologi, agar mampu bersaing dengan teman sebayanya.

Apalagi, harga telepon ini makin hari semakin murah. Dengan harga yang terjangkau, kita sudah dapat menikmati perkembangan teknologi zaman. Hidup menjadi jauh lebih praktis dengan adanya campur baur gadget di dalamnya.

Menghambat Perkembangan Pola Pikir

Namun, apakah Anda menyadari bahwa gadget juga dapat menjadi mimpi buruk bagi anak-anak? Efek candu yang dihasilkan dari banyaknya fitur menarik seperti game, video animasi dengan unsur kartun yang dapat memanjakan mata anak, hingga aplikasi yang mempermudah untuk melakukan aktivitas sehari-hari seolah menggiring anak menuju kerusakan otak.

Belum lagi banyaknya tampilan konten yang tidak mendidik yang terdapat dalam gadget yang bisa dengan mudah dinikmati oleh anak tanpa pengawasan orangtua. Hal itu tentu saja akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui gadget dapat mempengaruhi stabilitas otak anak hingga merusak otak anak tersebut. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun tidak disarankan untuk terkena radiasi elektromagnetik terlalu lama. ApalagiĀ  tubuh anak yang berusia dibawah lima tahun sangat sensitiv untuk menerima hal yang menghasilkan radiasi elektromagnetik.

Radiasi elektromagnetik tersebut dapat menghambat perkembangan pola pikir anak yang pada saat itu mengalami masa pertumbuhan. Anak jadi susah untuk kosentrasi untuk menerima hal baru. Kemudian, kemampuan psikomotorik anak menjadi berkurang akibat terlalu asyik dengan gadget.

Padahal seharusnya pada masa pertumbuhan, anak harus aktif melakukan aktivitas seperti bermain, menggambar, hingga bernyanyi agar imajinasi anak tersebut mengalami perkembangan dan mengasah kemampuan dari anak.

Kemudian, efek buruk yang dihasilkan gadget yaitu kesulitan untuk menerima materi baru yang diajarkan di sekolah. Karena ketika sudah kecanduan gadget, anak akan cenderung melihat hal yang bersifat menarik, sehingga pembelajaran yang bersifat monoton di sekolah akan membuat anak mudah mengalami kebosanan, apalagi tehnik pembelajaran yang digunakan oleh pengajar yang tidak pandai menarik perhatian anak.

Akibatnya, minat anak untuk belajar menjadi berkurang dan anak akan tertinggal jauh dalam hal mata pelajaran. Dengan beberapa dampak negatif akibat gadget, orangtua seharusnya lebih bijak untuk memperkenalkan gadget kepada anak atau melakukan pengawasan agar perkembangan anak menjadi tidak terhambat dan menjadi pribadi yang berguna.(khb)

Leave a Reply

Select Language