Inilah Benturan pada Kepala yang Sebabkan Cedera Trauma

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Masih ingat dengan kecelakaan yang dialami oleh Ustadz Jefri Al Bukhari (Uje) yang berujung pada kematian? Tentu masih segar ingatan kita dengan pemukulan kepada Ahmad Budi Cahyono, seorang guru di Sampang yang meninggal oleh muridnya sendiri. Trauma di kepala memang tidak bisa dianggap perkara remah. Memahami bahayanya cedera pada kepala, tentu saja membuat kita lebih berhati-hati.

Terkena hantaman keras pada bagian kepala kemungkinan sudah menjadi hal biasa saat melakukan berbagai aktivitas olahraga seperti bermain sepak bola, basket atau bertanding bela diri. Namun waspadalah jika benturan itu mengenai bagian kepala, karena bisa menyebabkan cedera otak yang disebut traumatic braininjury (TBI) atau trauma kepala.

Trauma kepala tidak hanya terjadi pada saat kita melakukan aktivitas olahraga sepakbola maupun beladiri. Trauma kepala bisa juga diakibatkan karena terbentur benda keras ataupun terjatuh dari sepeda motor, seperti pada kasus yang menimpa almarhum Ustadz Jefri Al-Bukhari (Uje).

Trauma kepala dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius dan dampaknya dapat bermacam-macam, bergantung efek hantaman terhadap kepala bagian luar dan otak. Kasus Ryan Mason, gelandang Tottenham Spur yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat benturan kepala yang dialaminya, walaupun nyawanya masih bisa diselamatkan.

Trauma kepala adalah segala bentuk cedera fisik yang mengenai bagian dahi, tulang kepala, atau otak. Trauma pada kepala tidak selalu berdampak serius secara langsung, namun kerusakan dapat berdampak terhadap jaringan saraf di sekitar kepala, pembuluh darah bagian luar dan dalam tengkorak, dan tulang kepala.

Selain dapat menyebabkan memar, trauma kepala, bisa mengganggu fungsi otak, kerusakan pada pembuluh darah, dan luka pada saraf. Pada akhirnya otak tidak akan berfungsi normal, penglihatan mungkin terganggu, kehilangan keseimbangan, atau Anda mungkin tidak sadarkan diri bahkan apabila sudah terlalu parah dapat menimbulkan kematian.

 

Macam Trauma

Trauma kepala terbagi menjadi tiga macam dengan skala tertentu yaitu trauma tumpul. Trauma tumpul dibagi menjadi 2. Pertama, trauma tumpul dengan kecepatan tinggi, misalnya kecelakaan kendaraan bermotor. Sementara trauma tumpul dengan kecepatan rendah, misalnya terjatuh atau serangan pemukulan. Berdasarkan tingkat keparahan yakni skor Glasgow Coma Scale (GCS). Dikatakan ringan jika GCS 14-15, sedang jika GCS 9-13, dan berat jika GCS 3-8.

Gejala trauma kepala diawali dari respon korban saat  berbicara atau berkontak fisik. Terkadang  korban  mengeluarkan darah dari telinga atau hidung. kemudian ukuran pupil mata korban berbeda pada bagian kanan dan kiri.

Segera hubungi dokter terdekat apabila mengalami trauma pada kepala. Karena apabila tidak diselamatkan akan menimbulkan kematian.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language