Ingin Masyarakat Lebih Sehat, SNei Jajaki Kerjasama dengan Media

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Gaya hidup masyarakat yang semakin tidak sehat, membuat tim Surabaya Neuroscience Institute (SNei) melakukan kunjungan ke dua media besar yang ada di Surabaya, Radio Suara Surabaya dan Harian Jawa Pos. Hal itu dilakukan dalam rangka membangun sinergi bersama dalam mewujudkan pola hidup sehat masyarakat, Senin (5/2).

“Pola hidup masyarakat sudah semakin tidak sehat. Indikatornya, dari jumlah pasien yang masuk UGD. Jika dulu kebanyakan karena kecelakaan, sekarang karena stroke,” ujar Dr. dr. Asra Al-Fauzi, SE, MM, Sp.BS (K), FICS, IFAANS, chairman SNei.

Stroke, lanjut Dokter Asra, sebagian besarnya diakibatkan karena life style yang kurang sehat, baik itu dari makanan yang dikonsumsi, kurangnya olah raga, stres atau istirahat yang kurang. Menurutnya, di Surabaya ini, ada kebiasaan baru yang kurang sehat, sepulang dari tempat kerja mampir ke tempat hiburan. “Di sana, mereka begadang, meminum alkohol dan menghisap rokok, klop sudah. Karena semua aktivitas itu memicu stroke,” ujarnya. Dari pola hidup yang tidak sehat itu, SNei ingin mengedukasi masyarakat.

Kunjungan ke dua media ini, menurut dr. Sugiharto, MBA, MARS, FISPH, FISCM, salah satu tim ahli SNei yang turut mengikuti kunjungan itu dalam rangka untuk membangun sinergitas antara SNei dan media untuk mengedukasi masyarakat dalam membangun pola hidup sehat.

“Radio SS dan Jawa Pos merupakan media mainstream yang sangat berpengaruh, terutama untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Kami yakin jika kerjasamanya terjalin akan memberikan kontribusi besar untuk edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.  Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Dokter Sugi itu juga berharap program ini akhirnya  akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang pada gilirannya akan membuat bangsa Indonesia makin kuat. “Kehadiran kami di SNei harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, kami saat ini sedang focus untuk itu,” tambahnya bersemangat.

Surabaya Neuroscience Institute (SNei), merupakan grup dokter spesialis bedah saraf yang berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang siap mengedukasi dan menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya di bidang bedah saraf. Beberapa anggota SNei telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.

“Dengan SDM yang kami punya, SNei sedang menyiapkan berbagai program edukasi kesehatan untuk masyarakat, baik melalui website, media sosial, maupun membangun kerjasama dengan media mainstream. Semuanya, dalam rangka untuk mengajak masyarakat agar lebih sehat,” kata Dokter Sugi.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(wir)

Leave a Reply

Select Language