Menilik Hubungan Penyakit Jantung dengan Stroke dan Tekanan Darah Tinggi

SNei – Stroke tidak terjadi secara serta-merta. Kedatangan penyakit ini biasanya didahului oleh penyakit lain. Dua penyakit lain yang punya hubungan erat dengan stroke adalah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Membekali diri dengan pengetahuan hubungan penyakit jantung dengan stroke dan darah tinggi, Anda pun bisa melakukan langkah preventif terhadap ketiganya. 

Untuk mengetahui hubungan penyakit jantung dengan stroke dan darah tinggi, Anda perlu tahu definisi masing-masing penyakit. Terutama, ciri, gejala, serta bagaimana ketiga penyakit tersebut bisa muncul dalam tubuh.

Penyakit jantung terjadi karena adanya kerusakan pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah ini bertugas menyuplai pasokan darah ke jantung. Kerusakan pembuluh darah koroner bisa terjadi karena berbagai sebab. Di antaranya adalah ketika ada gumpalan darah serta timbunan lemak di dalamnya.

Sama halnya seperti penyakit jantung, stroke muncul ketika adanya gangguan pada pembuluh darah. Terutama, pembuluh darah karotis yang terletak di leher. Pembuluh darah ini bertugas untuk menyuplai pasokan darah ke otak. Kalau pembuluh darah ini mengalami penyempitan atau ada penumpukan kolesterol, bisa berakibat stroke.

Terakhir, tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Termasuk di antaranya adalah pembuluh darah karotis dan koroner. Oleh karena itu, penyakit jantung dan stroke kerap muncul pada penderita tekanan darah tinggi.

Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Bisa Menimbulkan Serangan Jantung dan Stroke?

Hubungan penyakit jantung dengan stroke berkaitan erat dengan hipertensi. Bahkan, hampir sebagian besar pasien stroke ataupun jantung, memiliki riwayat hipertensi. Oleh karena itu, bagi para penderita tekanan darah tinggi, harus benar-benar menjaga kondisi tubuhnya biar tidak terserang 2 penyakit mematikan tersebut.

Pada kasus penyakit jantung, tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja ekstra keras. Hal ini terjadi karena adanya gumpalan yang menghambat laju darah ke jantung. Pada akhirnya, hal ini akan berakibat pada gagal jantung – kondisi ketika jantung tidak berhasil memompa darah.

Sementara itu, serangan stroke yang terjadi akibat tekanan darah tinggi adalah stroke iskemik. Stroke jenis ini merupakan stroke yang paling sering terjadi. Penyebabnya adalah karena adanya timbunan lemak di dalam pembuluh darah. Akibatnya, suplai darah ke otak menjadi terganggu.

Cara Terbaik Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Dari penjelasan di atas, Anda sudah bisa mengetahui bahwa kunci hubungan penyakit jantung dengan stroke adalah tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah kedua penyakit ini adalah dengan menjaga kondisi tekanan darah agar tetap normal.

Pada orang dewasa, tekanan darah normal adalah sebesar 120/80 mm Hg. Angka 120 merujuk pada tingkat tekanan yang terjadi saat jantung bekerja memompa darah ke seluruh tubuh – disebut dengan tekanan sistolik. Sementara itu, angka 80 merupakan tekanan yang terjadi ketika jantung dalam kondisi beristirahat sejenak sebelum kembali memompa darah – disebut dengan nama tekanan diastolik.

Perlu diketahui, tekanan darah pada tubuh bisa berubah-ubah. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, termasuk di antaranya adalah aktivitas serta kondisi emosional. Namun, Anda juga perlu waspada kalau memiliki tekanan darah di atas 140/90 mm Hg. Angka tersebut menjadi salah satu tanda bahwa Anda mengidap tekanan darah tinggi.

Untuk menjaga agar tekanan darah dalam tubuh tetap normal, cara terbaiknya adalah dengan menjaga pola hidup sehat. Misalnya, menjahui kebiasaan merokok, tidak minum minuman beralkohol, membiasakan diri berolahraga, menghindari makanan yang asin, serta menghindari stres.  

Ingat, sehat itu mahal. Saat tubuh dalam kondisi sehat, Anda bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Ingin sehat, kan? Makanya, mulai gaya hidup yang sehat dari sekarang.