Kiat Nyaman Bekerja Tanpa Risiko Stroke

SNei – Menjalani hidup dalam usia produktif merupakan masa keemasan bagi setiap pekerja. Pada saat inilah berbagai rencana berusaha diraih agar menjamin kenyamanan di masa pensiun. Namun gaya hidup sebagian pekerja ternyata sangat rentan dihantui risiko stroke yang akan mengancam masa tua mereka.

Risiko stroke bagi para pekerja di usia produktif bisa menyerang karena kelalaian mereka mengatur berbagai jenis faktor. Mulai dari obesitas, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, kurang olahraga, hingga penanganan stres. Cepat atau lambat, kelalaian ini bisa berdampak buruk dan menggangu rencana masa depan.

Dalam jurnal Life’s Simple 7 yang dipublikasikan American Health Association, faktor risiko sebenarnya bisa dicegah dengan meningkatkan faktor kesehatan. Dengan menggunakan alat penilai risiko stroke, ancaman ini bisa berkurang apabila seseorang memiliki tekanan darah yang ideal.

Profesor Mary Cushman dari University of Vermont, Burlington, menyebutkan bahwa tekanan darah ideal bisa mengurangi risiko stroke hingga 60 persen. Temuan ini cukup direkomendasikan mengingat setiap tahunnya ada 795.000 orang di Amerika Serikat yang terserang stroke.

Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap tahunnya ada 500.000 orang yang terserang stroke. Penelitian Riset Kesehatan Dasar bahkan menegaskan bahwa kematian akibat stroke paling sering terjadi di perkotaan. Tanda bahaya ini memperkuat faktor risiko stroke yang dipicu gaya hidup para pekerja kota.

Agar Anda tetap nyaman bekerja dan mengejar rencana masa depan, simaklah kiat-kiat menghindari risiko stroke berikut ini.

  1. Kendalikan Obesitas

Apabila Anda seorang pekerja yang tergolong doyan makan, sebaiknya Anda tetap mewaspadai pilihan makanan secara ketat. Kelezatan makanan sering kali berbanding terbalik dengan risiko penyakit di dalamnya. Mengonsumsi terlalu banyak lemak bisa menaikkan berat badan secara signifikan. Kenaikan inilah yang memicu timbulnya hipertensi.

Obesitas perlu dikendalikan agar Indeks Massa Tubuh (IMT) tetap dalam keadaan normal. Meskipun obesitas bisa disebabkan faktor keturunan, tapi Anda masih mungkin menghindarinya dengan mengubah pola konsumsi junk food maupun camilan yang mengandung lemak tinggi.

  1. Bijak Menangani Stres

Tuntutan pekerjaan selalu menjadi pembenaran ketika Anda mengalami stres. Jika dibiarkan berlarut-larut, stres bisa mengalahkan kemampuan berpikir rasional. Lebih buruknya, stres akan mengganggu fungsi organ-organ tubuh hingga mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Stres harus ditangani secara bijak agar pengalihannya tidak memicu kemunculan risiko lain. Daripada mengonsumsi alkohol dan jajan camilan, Anda bisa menonton film, datang ke konser musik, melakukan relaksasi di spa, atau menikmati lebih banyak waktu santai bersama anak dan keluarga.

  1. Berhenti Merokok dan Kurangi Konsumsi Alkohol

Merokok adalah bagian dari proses bunuh diri. Jika dilakukan di lingkungan tertutup, ancaman asapnya juga bisa membunuh orang lain. Sudah sangat banyak dampak buruk dari merokok yang terbukti berbahaya dan merugikan. Semakin cepat Anda berhenti merokok, risiko stroke pun bisa berkurang hingga 40 persen. Dukunglah proses berhenti merokok dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol agar volume darah yang memasok darah ke otak tetap normal.

  1. Perbanyak Olahraga

Risiko stroke bisa meningkat hingga 50 persen kepada mereka yang malas berolahraga. Padahal Anda hanya perlu meluangkan waktu tidak sampai 1 jam per minggu untuk menghindari risiko stroke. Apabila lingkungan kerja benar-benar menjauhkan Anda dari aktivitas berolahraga, upayakanlah meminta waktu luang di akhir pekan untuk berenang dan pergi ke pusat kebugaran bersama keluarga.

  1. Rutin Mengecek Tekanan Darah

Peningkatan tekanan darah ke otak sangat berisiko memicu terjadinya serangan stroke. Sering kali gejala hipertensi ini hanya ditandai sakit kepala dan tegang di bagian tengkuk yang mudah kita abaikan. Untuk mencegah kondisi terulang dan semakin memburuk, lakukanlah pendeteksian dini dengan mengecek tekanan darah secara rutin.

Setiap rencana tentu memiliki kendala. Tidak terkecuali dengan rencana bekerja demi menata masa depan, yang rentan terkendala risiko stroke. Mulai dari sekarang, tingkatkanlah perhatian Anda agar proses menata masa depan benar-benar berjalan sesuai harapan. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!