Kenapa Penderita Diabetes Cenderung Mudah Terkena Stroke? Ini Jawabannya

SNei – Diabetes menjadi penyakit yang harus diwaspadai oleh setiap orang. Tidak hanya mereka yang sudah berusia lanjut, tapi juga kawula muda sekalipun. Menurut catatan International Diabetes Federation (IDF), terdapat sebanyak 382 juta penderita diabetes di tahun 2014. Angka tersebut pun akan terus meningkat, dan diperkirakan mencapai angka 592 juta di tahun 2035.

Lalu, seberapa bahaya dampak dari penyakit ini? Salah satu bahaya yang mengintai seorang penderita penyakit ini adalah komplikasi berbagai penyakit. Secara khusus, hubungan diabetes dengan stroke. Seorang penderita diabetes memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan orang lain.

Stroke dikenal sebagai salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia. Menurut studi yang dilakukan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) Universitas of Washington, terdapat sebanyak 54,7 kematian di seluruh dunia pada tahun 2016. Dari angka tersebut, sebanyak 72,3% diakibatkan oleh stroke, kanker, dan jantung. Mengerikan, bukan?

Oleh karena itu, seorang penderita diabetes perlu mengetahui hubungan diabetes dengan stroke dan cara mengatasinya. Anda tentu bertanya-tanya, bagaimana diabetes bisa menimbulkan komplikasi stroke?

Diabetes merupakan penyakit yang mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengubah glukosa dalam darah menjadi energi. Hal ini bisa terjadi karena seorang penderita diabetes tidak mampu memproduksi insulin dalam kadar yang cukup. Saat kadar insulin kurang, terjadi peningkatan jumlah glukosa darah di dalam tubuh. Terdapat 2 jenis penyakit diabetes yang sering diderita oleh masyarakat umum, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan dalam tubuh tidak bekerja dengan baik. Alih-alih menyerang virus dan bakteri, malah menyerang sel-sel beta di pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 muncul karena tubuh punya resistansi terhadap insulin. Akibatnya, terjadi penolakan terhadap hormon ini dan mengakibatkan penumpukan glukosa dalam darah.

Kedua jenis diabetes tersebut sama-sama berdampak pada penumpukan glukosa dalam darah – disebut dengan kondisi hiperglikemia. Ketika seseorang menderita hiperglikemia, kandungan glukosa dalam darahnya melebihi kadar normal yang berada di angka 60-11 mg/dL. Di sinilah adanya hubungan diabetes dengan stroke.

Seorang penderita diabetes yang punya kadar gula darah terlalu tinggi, memiliki risiko serangan stroke yang tinggi. Hal ini terjadi karena penumpukan glukosa dalam sistem peredaran darah yang bisa mencegah asupan oksigen ke berbagai organ penting tubuh. Ketika terjadi stroke, asupan oksigen ke otak terhalang karena adanya penumpukan glukosa dalam pembuluh darah.

 Lalu, bagaimana cara meminimalkan dampak hubungan diabetes dengan stroke ini? Perlu diketahui, penyakit diabetes tidak datang secara tiba-tiba. Butuh waktu sekitar 10 tahun bagi seseorang yang mengalami gejala penumpukan glukosa darah  berubah menjadi penyakit diabetes.

Dalam kurun waktu tersebut, tubuh pun sudah memberikan tanda-tanda yang bisa dikenali. Di antaranya adalah penurunan berat badan secara drastis, sering buang air kecil, mudah lelah, serta cepat lapar. Kalau Anda mendapati gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Apalagi, mayoritas penderita diabetes, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara, tidak teridentifikasi secara jelas.

Selanjutnya, cara terbaik menanggulangi dampak hubungan diabetes dengan stroke adalah membiasakan gaya hidup sehat. Termasuk di antaranya adalah membiasakan diri berolahraga secara rutin, rajin memeriksa kadar gula darah, ataupun menyusun pola makan diet.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Apalagi, diabetes merupakan penyakit yang bisa menimpa siapapun. Bukan hanya orang miskin, tapi juga orang kaya, dan bahkan presiden sekalipun. Tidak mau seumur hidup berkutat dengan diabetes, kan?