Hindari Nyeri Tulang Belakang Saat Mengemudi

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id- Kebiasaan duduk dalam waktu yang lama, seperti saat mengemudikan mobil, ternyata dapat menyebabkan beberapa permasalahan kesehatan. Salah satunya, dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang.

Belakangan ini, terutama di kota-kota besar, sudah menjadi sesuatu yang lumrah jika seseorang mengahabiskan hampir separuh waktunya berada di belakang kemudi. Terlebih untuk masyarakat yang tinggal di kota besar di Indonesia yang dominan dengan padatnya volume jalanan, seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya.

Dikutip dari laman health.detik.com, keluhan yang muncul biasanya terjadi jika seseorang mengemudi untuk jarak jauh atau setiap hari menyetir dengan posisi yang salah sehingga menimbulkan rasa nyeri atau sakit di beberapa bagian tubuh.

Jalan yang tidak rata atau banyaknya polisi tidur bisa menyebabkan getaran dari kendaraan yang mempengaruhi tulang belakang. Jika postur tubuh sudah tidak benar, maka getaran ini bisa menyebabkan cedera. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan disc herniation (bantalan antara ruas tulang belakang didorong keluar posisi normal yang menyebabkan iritasi pada saraf tulang belakang).

Assistant Clinical Professor di Rehabilitation and Regenerative Medicine, Columbia University Medical Center, Allen Chen, MD menjelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan yang membuat nyeri punggung bukanlah masalah biasa, sehingga perlu pencegahan dini, sebelum menjadi kasus yang lebih serius.

Rasa nyeri pada tulang belakang akibat durasi menyetir dan duduk yang lama biasanya berhubungan dengan bagian pertulangan dari tulang belakang tingkat lumbal, diskus (bantalan) antara tulang belakang, ligamen (jaringan ikat) di sekitar tulang belakang dan diskus, saraf dan sumsum tulang belakang, organ di rongga perut dan panggul, otot punggung bawah, serta kulit di area punggung bawah.

Menyetir Tanpa Nyeri Punggung

Lalu bagaimana caranya menyetir tanpa nyeri di punggung? Pertama, sesuaikan cara duduk. Menyesuaikan cara duduk, akan membuat Anda betah berlama-lama di dalam mobil hingga tahan terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi saat berkendara.  Langkah pertama yang harus perhatikan saat duduk di kursi mobil sambil menyetir yakni, usahakan untuk tidak membungkuk. Selain tidak nyaman, kebiasaan membungkuk membuat Anda rawan terserang linu-linu pada tulang belakang.

Hal ini biasa dilakukan oleh para pengemudi yang masih tegang dan kurang begitu mengusai mobil. Akibatnya, konsentrasi mereka lebih cendrung kepada kelajuan mobil ketimbang posisi duduk. Hal tersebut juga terjadi karena mereka terlalu fokus dengan keadaan yang ada di depan, sehingga sering membungkukan badan.

Kedua, gunakan sandaran punggung. Inilah cara praktis yang sangat berguna menjaga posisi duduk tetap stabil dan nyaman. Salah satu caranya dengan memakai kaos, handuk atau bantal kecil yang sifatnya soft dan empuk untuk menyangga bagian belakang tubuh.

Letakkan benda tersebut di bagian kanan atas tulang belakang, tepatnya di bagian leher belakang. Tidak ada patokan resmi seberapa tebal ganjalan tersebut, jadi Anda harus melakukan eksperimen sendiri sehingga menemukan titik nyaman yang Anda cari.

Ketiga, sesuaikan letak kursi mobil. Memaju-mundurkan posisi kursi mobil merupakan cara yang pas untuk menyesuikan posisi duduk sekaligus panjang tubuh. Pstikan kaki-kaki tidak menekuk berlebihan, sehingga membuat duduk rasanya sangat melelahkan layaknya sedang naik kereta api ekonomi jarak jauh.  Jarak paling proporsional untuk tubuh merupakan syarat penting agar tubuh tidak mudah lelah. Kaki-kaki harus tepat jatuhnya dan tidak ikut menanggung beban tubuh.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(Muf)

 

 

Leave a Reply

Select Language