Hewan Peliharaan Bisa Jadi Sumber Penyakit

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Hewan peliharaan memang selalu menarik hati. Entah itu kucing, anjing, ikan, burung, atau yang lain. Mereka ini seringkali menjadi penambah kegembiraan keluarga. Meski demikian, perlu diingat, hewan-hewan yang lucu itu juga menjadi sumber penyakit, karena virus dari binatang peliharaan dapat menulari jabang bayi, seperti ensefalitis.

Ensefalitis merupakan gangguan atau penyakit karena terjadi peradangan di bagian otak. Ensefalitis disebabkan oleh virus Epstein- barr. Hampir sama dengan Cytomegally, Virus Epstein-barr menular melalui hewan peliharaan melaui udara maupun sentuhan tangan.

Terdapat dua jenis ensefalitis, yakni ensefalitis yang terjadi secara langsung di otak dan ensefalitis yang disebabkan oleh terganggunya sistem kekebalan tubuh hingga akhirnya menyerang otak. Umunya, ensefalitis yang dialami bayi adalah ensefalitis jenis kedua, karena sistem kekebalan tubuh bayi tidak sekuat orang dewasa.

Gejala bayi yang terkena ensefalitis mengalami gejala ringan, seperti bayi menangis terus-menerus dan bayi sering muntah-muntah. Apabila bayi mengalami hal demikian, segera ke dokter dan menjalani perawatan sebab pergerakan encephalitis tak dapat diprediksi.

Ensefalitis pada bayi bisa dicegah dengan membiasakan mencuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan peliharaan. Jangan lupa, bagi para ibu untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk meningkatkan sistem imun (daya tahan tubuh) bayi. Termasuk dengan rutin mngkonsultasikan kehamilan ke dokter anak maupun dokter bedah saraf.

Di Surabaya terdapat tim dokter bedah saraf terbaik dari berbagai spesifikasi keilmuan yang tergabung dalam yang tergabung dalamĀ Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Ada 6 divisi di dalam SNei, yakni trauma, vascular, pediatri, onkologi, fungsional dan spine. Parkinson termasuk ke dalam divisi fungsional dalam penangannya.

Dokter-dokter spesialis bedah saraf terbaik di Surabaya yang tergabung dalam SNei ini berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (Aby)

Leave a Reply

Select Language