Gaya Hidup Kota Picu Astrocytoma Otak

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Gaya hidup masyarakat modern perkotaan yang serba sibuk seringkali berdampak negatif bagi kesehatan. Kebiasaan bekerja sampai terlalu larut malam, stress tinggi, rokok, alkohol, junk food, dan kawan-kawannya akan membawa dampak buruk, astrocytoma otak.

Astrocytoma adalah sejenis kanker otak. Astrocytoma dimulai pada sel yang disebut astrosit yang berbentuk seperti bintang. Penyakit ini menyerang sebagian besar otak dan sumsum tulang belakang. Pada umumnya menyerang bagian otak besar, otak kecil, dan saraf otak yang melekat pada tulang belakang. Astrocytoma dapat terjadi pada usia berapapun, meski demikian 75% astrocytoma otak lebih sering terjadi pada usia muda.

Gejala astrocytoma pada umumnya meliputi sakit kepala, lesu dan kantuk mual dan muntah, perubahan perilaku, kejang, hilang konsentrasi, dan penglihatan kabur. Astrocytoma bisa menjadi tumor yang tumbuh lambat juga mampu menjadi tumor agresif yang tumbuh dengan cepat. Tumor tumbuh sangat lambat ataupun cepatnya tergantung jenis tumor dan banyaknya tumor.

Jenis-jenis tumor yang muncul karena gejala astrocytoma ialah Juvenile Pilocytic Astrocytoma atau tumor otak jinak stadium 1 yang dapat ditangani dan sangat lambat pertumbuhannya. Tumor kedua ialah tumor jenis low grade astrocytoma atau tumor jinak yang muncul di belahan otak kecil. Tumor ketiga ialah astrocytoma anaplastic yang termasuk tumor otak tingkat ganas karena menyerang system saraf otak lainnya.

Kemudian tipe keempat ialah glioblastoma multiform yaitu tumor otak ganas yang muncul secara tiba-tiba dari dalam otak mirip seperti stroke. Selain mengganggu rutinitas, penyakit astrocytoma merupakan penyakit yang berbahaya. Nyawa pun tidak akan tertolong apabila astrocytoma tumbuh dengan sangat ganas. Astrocytoma dapat dihindari dengan pola hidup yang sehat. Menghindari minum alkohol, menghindari merokok, istirahat yang cukup, makan sayur dan buah, serta olahraga yang cukup.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(aby)

Leave a Reply

Select Language