Gathering Pasien Epilepsi, Agar Pasien Lebih Kuat Psikologis

Pemahaman pasien terhadap penyakitnya sangat diperlukan. Dengan begitu, pasien akan memahami bagaimana memperlakukan penyakitnya. Tidak hanya itu dengan pemahaman yang baik, pasien akan lebih kuat secara psikologis menghadapi yang dideritanya. Karenanya, Surabaya Neuroscience Institute (SNei) menggelar gathering untuk pasien epilepsi.

Kegiatan yang digelar Minggu (10/1217) di Hotel Santika Pandegiling Surabaya itu menghadirkan dr. Heri Subianto, Sp.BS (K) Func, anggota SNei yang mempunyai kepakaran di bidang epilepsi. Dalam gathering itu, Dokter Heri menjelaskan tentang tentang penangganan terkini untuk epilepsi.

Dr. dr. Asra Al Fauzi, SE, MM, Sp.BS (K), FICS, IFAANS, Ketua SNei, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan rangka memahamkan kembali para pasien terhadap penyakitnya. Pasien akan dimotivasi, diedukasi tentang cara perawatan dan pencegahan serangan epilepsi. “Dokter akan membagikan berbagai tips praktis yang mudah dilakukan pasien dan keluarganya.”

Tak hanya itu, kegiatan ini juga merupakan refreshing juga bagi para pasien. Di sana, para pasien akan ketemu dengan pasien lain. “Tentu saja akan menjadi momentum saling menguatkan antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

Selain itu, gathering ini diharapkan menguatkan hubungan emosional antara dokter dan pasiennya. Menurut Dokter Asra, di SNei, pasien adalah center dari proses pengobatan. Artinya, semua tindakan yang diambil dalam pengobatan semuanya akan berkonsultasi dengan pasien.

“Semua akan didiskusikan dengan dengan pasien. Pasienlah yang menentukan tindakan apa yang dia inginkan, dokter dengan kepakaran apa saja yang ia inginkan terlibat dalam penanganan penyakitnya.”

Di Surabaya terdapat tim dokter spesialis bedah saraf yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute yang siap menangani berbagai masalah bedah saraf. Dokter-dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.

Mengapa harus tim? Karena tidak ada dokter yang bisa menjadi superman yang bisa menangani semuanya. “Butuh tim dokter yang punya spesifikasi dan keahlian yang berbeda dalam menangani sebuah penyakit. SNei memilikinya, komplit. Dengan begitu pelayanan kepada pasien akan lebih optimal,” tegasnya. (wir)

 

Leave a Reply

Select Language