Dokter Bedah Saraf Asra, Kenalkan Cavernova kepada Masyarakat

Merasa terpanggil untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Surabaya Neuroscince Institute (SNei) banyak memberikan edukasi kesehatan untuk publik. Kali ini, giliran DR. Dr. Asra Al Fauzi SE, MM, Sp. BS (K) Vascular, FICS, IFAANS, anggota SNei yang merupakan salah satu dokter bedah saraf terbaik  di Surabaya itu menjelaskan tentang Cavernoma di Radio Suara Muslim Surabaya, Sabtu (6/1) lalu.

Talk show dalam program Bincang Medika itu bertajuk Mengenal Bahaya Cavernoma Terhadap Otak Kita.  Menurutnya, masyarakat tidak banyak tahu tentang apa itu Cavernoma. “Jika tidak mengetahui penyakit Cavernoma bisa disangka epilepsi, karena gejala yang sama, seperti kejang. Padahal dua penyakit itu berbeda,” ujarnya.

Selain kejang, penderita biasanya merasakan nyeri kepala kronis, terkadang pendangan berkurang,  dan keseimbangan menurun. “Semuanya tergatung pada letak dan ukuran Cavernoma di otak,” kata Dokter Asra.

Cavernoma otak  adalah kelainan pembuluh darah otak berupa kumpulan  pembuluh darah kapiler dan vena yang melebar dan membentuk cavernoma.   Umumnya, gejala awal cavernoma ialah penderita mengalami kejang pada tubuh hingga mereka menyangka itu disebabkan oleh epilepsy. Selain kejang, pasien biasanya merasakan nyeri kepala kronis, pandangan berkurang dan keseimbangan menurun.  Hal tersebut tergantung  pada letak dan ukuran cavernoma di otak.

Pasien dapat mengetahui gejala cavernoma melalui foto MRI (Magnetic Resonance Imaging). Untuk penunjangnya dilakukan DSA (Digital Subtraction Angiography). Dokter bedah saraf dapat merekomendasikan pasien untuk melakukan penanagkatan cavernoma. Pasca operasi, pasien akan diberikan obat sesuai dengan resep dokter.

Acara ini diawali dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Asra. Kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab antara pembicara dan pendengar. Acara berjalan dengan sangat lancar hingga menimbulkan antusiasme pendengar hingga ada beberapa pendengar yang mengirimkan pertanyaan via SMS dan WA yang tidak terjawab.

Di Surabaya terdapat tim dokter bedah saraf terbaik dari berbagai spesifikasi keilmuan yang tergabung dalam yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Ada 6 divisi di dalam SNei, yakni trauma, vascular, pediatri, onkologi, fungsional dan spine.

Dokter-dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei ini berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.  (Aby).

 

Leave a Reply

Select Language