Cedera Otak? Inilah Nutrisi dan Latihan untuk Memulihkannya

 

 

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Pasien yang bertahan cedera otak traumatis, kerapkali hadapi jalan panjang dan menantang dalam mengembalikan fungsi kerja otak dan normal tubuh. Asupan nutrisi dan latihan sangatlah penting baik untuk pemulihan cedera ataupun untuk menjaga kesehatan otak. Berikut ini daftar nutrisi dan latihan yang baik bagi pasien cedera otak traumatis.

Pertama, omega-3 untuk pemenuh asupan sel otak. Asam lemak omega-3 berperan penting dalam pemenuhan asupan bagian dari sel-sel otak tertentu, kandungan omega-3 ini terdapat dalam makanan seperti ikan, minyak ikan, biji rami, ganggang dan kenari.

Menurut University of Maryland Medical Center, kebanyakan orang Amerika kekurangan omega-3, dan menjadi penyebab dari gangguan tertentu seperti disleksia. Sebuah studi pada tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal “Neurosurgery” menunjukkan bahwa suplemen omega-3 ini dapat membantu melindungi saraf dari kerusakan setelah cedera dan mencegah otak terhadap perubahan perilaku negatif

Kedua, asam amino untuk pemelihara jaringan tubuh. Protein digunakan untuk pertumbuhan, perbaikan dan pemeliharaan hampir pada setiap jaringan dalam tubuh kita. Asam amino di otak berhubungan dengan tingkat neurotransmitter di otak. Para peneliti di University of Pennsylvania School of Medicine menemukan bahwa suplementasi dengan kandungan asam amino leusin, isoleusin, dan valin dapat memulihkan fungsi kognitif otak yang cedera.

Ketiga, perbanyak konsumsi air. Sebuah studi pada tahun 2011 dalam jurnal “Brain Mapping” menunjukkan bahwa kondisi dehidrasi dapat mengubah struktur fisik otak. Dehidrasi juga mengganggu fungsi otak, sehingga sulit untuk menghasilkan konsentrasi dan menyebabkan pemikiran otak kita menjadi lambat.

Latihan Pemulihan Cedera Otak

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa latihan yang baik dilakukan bagi penderita cedera otak. Pertama, range of motion. Latihan rentang gerak adalah jenis terapi fisik yang mengatur pergerakan dan fungsi. Latihan rentang gerak bisa dilakukan oleh individu atau dengan bantuan dari terapi fisik dalam metode yang dikenal sebagai rentang pasif gerak.

Latihan rentang gerak membantu mempertahankan kekuatan dalam jangka pendek atau panjang, sesuai dengan metode pemulihan dari jaringan otak yang mengalami cidera tersebut. Latihan seperti  memperluas dan meregangkan lengan atau kaki bagian bawah, dapat membantu menjaga otot, fungsi ligamen dan juga tendon untuk mendapatkan kembali kekuatan atau fungsi dari anggota tubuh lainnya.

Kedua, latihan secara kognitif, berbagai kegiatan dan latihan yang melibatkan fungsi kerja otak dapat membantu membangun kembali kemampuan otak secara kognitif. Latihan tersebut dapat fokus pada keterampilan menulis melalui menggambar bentuk atau menyalin bentuk. Lebih tepatnya lagi seperti spasial dan keterampilan menulis, seperti menggambar titik atau tanda di tengah-tengah garis panjang, atau belajar kembali huruf-huruf alfabet.

Ketiga, latihan mendengar. Katakanlah daftar huruf atau angka dengan nada lambat dari suara dan meminta orang yang telah menderita cedera otak untuk membuat tanda di atas kertas setiap kali ia mendengar nomor atau huruf tertentu. Atau mengatakan huruf-huruf alfabet atau mengatakan kata-kata singkat dengan suara tertentu.

Keempat, neurobics. Menurut Franklin Institute melakukan latihan dasar dengan metode neurobics setiap hari, dapat membantu menciptakan dan mengembangkan sel-sel saraf dan jalur baru di otak.

Neurobics dapat dilakukan dengan tertentu yang berhubungan dengan olahraga otak. Misalnya, kebiasaan kita saat makan lebih dominan menggunakan sendok dari pada dengan tangan langsung. Latihan tersebut juga dapat membantu merangsang dan menantang otak untuk meningkatkan plastisitas atau mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel serta jaringan baru di otak.

Demikian ulasan tentang nutrisi dan latihan yang baik bagi pasien cedera otak. Walaupun otak berada didalam tempurung kepala dan terlindungi oleh tengkorak kepala, tetapi otak juga dapat memiliki beberapa jenis gangguan tertentu yang dapat membuat rusaknya fungsi kerja dari otak itu sendiri.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.(Muf)

 

Leave a Reply

Select Language