Cara Cepat Mengenali Gejala Awal Stroke

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id – Sebagai salah satu serangan paling mematikan, sebanyak 60 persen penderita stroke diyakini berasal dari negara berkembang. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 500.000 orang terserang stroke setiap tahunnya. Fakta ini menuntut perhatian kita agar lebih memahami gejala awal stroke dengan sebaik-baiknya.

Stroke (cerebrovascular accident) merupakan serangan terhadap otak yang disebabkan pecahnya pembuluh darah otak atau terjadinya penyumbatan pembuluh darah akibat plak (kalsium, lemak, dan protein). Serangan ini bisa merusak dan mematikan sel-sel saraf yang membuat otak menjadi tidak berfungsi.

Stroke bisa terjadi secara mendadak dan tidak kenal usia. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa sebanyak 25 persen penderita stroke berusia kurang dari 65 tahun. Artinya stroke sangat mungkin menyerang orang-orang dekat yang usianya jauh lebih muda dari kita.

Untuk mengenali gejala awal stroke secara cepat, Anda bisa memperhatikan beberapa kondisi berikut ini.

  1. Raut Wajah

Bagi Anda yang biasa menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat, tentulah ciri-ciri fisik mereka mudah dikenali. Misalnya perubahan raut wajah saat mereka marah atau tersenyum. Pemahaman terhadap ciri-ciri fisik ini cukup membantu untuk mengenali gejala awal stroke pada seseorang.

Perhatikanlah perubahan raut wajah mereka, terutama ketika mereka tersenyum. Apabila terjadi perubahan yang memperlihatkan mata mereka terkulai dan sebagian sudut mulut terlihat menurun serta tidak simetris, inilah pertanda kelumpuhan wajah.

Saraf yang terganggu akan menyebabkan salah satu bagian wajah miring sebelah. Akan tetapi, banyak pula kasus kelumpuhan yang menyerang seluruh bagian wajah. Sekurang-kurangnya, 20 persen penderita stroke wajah (bell’s palsy) berisiko mengalami kelumpuhan permanen.

  1. Gangguan Mata

Stroke bisa dikenali dari ketidakmampuan seseorang melihat dengan jelas menggunakan salah satu mata. Gangguan yang membuat pandangan mendadak berganda dan kabur ini sering kali tidak diikuti rasa sakit. Beberapa gangguan mata yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah arteri bahkan berisiko fatal menghasilkan kebutaan permanen.

  1. Kesulitan Bicara

Kesulitan bicara yang diikuti dengan kebingungan mendadak merupakan gejala lain yang bisa langsung dikenali. Jika perkataan mereka terdengar cadel dan tidak cepat memahami perkataan orang lain seperti biasanya, ucapkanlah sebuah kalimat sederhana dan ajak mereka untuk mengulanginya.

  1. Gerakan Tangan

Pelemahan saraf bisa menyebabkan kemampuan otot menjadi berkurang. Hal ini sering terjadi, dan cenderung bisa dikenali, dengan melihat gerakan tangan. Seorang terduga stroke sering kali kesulitan mengangkat kedua tangannya. Kondisi ini biasanya diikuti juga dengan kesulitan menggerakkan lengan atau mengendalikan jari, serta pengangkatan tangan yang tinggi sebelah.

  1. Keseimbangan Tubuh

Keseimbangan tubuh erat hubungannya dengan kesulitan terduga stroke untuk berjalan secara normal. Biasanya mereka akan berjalan terhuyung seperti orang mabuk. Banyak juga ditemukan gejala awal stroke yang membuat penderita berjalan mengangkang. Kondisi ini sangat berbahaya karena risiko tersandung dan jatuh bisa memperburuk penanganan.

  1. Sakit Kepala

Tentu saja sakit kepala ini bukanlah keluhan sakit kepala biasa. Gejala awal stroke bisa dikenali apabila seseorang mengalami sakit kepala mendadak tanpa diketahui penyebabnya. Sekilas gejalanya mirip migrain. Akan tetapi jika sakit kepala terjadi berkepanjangan, harus dilakukan penanganan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Segeralah berkonsultasi dengan pakar neurologi atau melakukan scan MRI (Magnetic Resonance Imabgine) pada otak.

Dengan memperhatikan berbagai kondisi gejala awal stroke, penanganan bagi penderita juga bisa Anda lakukan secara cepat. Ketepatan dan kecepatan waktu penanganan ini akan meningkatkan harapan sembuh serta menghindari risiko kelumpuhan.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional.

Leave a Reply

Select Language