Banyak Begadang, Ternyata Memicu Radang Otak

Foto: Wirawan/ SNei

Snei.or.id-Begadang memang mengasyikkan. Terlebih jika ditemani dengan kopi dan kudapan. Namun, terlalu sering begadang ternyata membahayakan tubuh. Banyak begadang bahkan bisa memicu radang otak.

Begadang atau terjaga hingga larut malam adalah keadaan dimana seseorang tidak istirahat sebagaimana mestinya. Begadang biasanya dilakukan oleh orang dewasa ketika merasa stress atau pekerjaan kantor yang belum memenuhi target.

Begadang ternyata tidak baik bagi kesehatan, karena berpotensi terserang beberapa penyakit yang berbahaya. Manusia normal seharusnya beristirahat selama delapan jam, sedangkan ketika begadang manusia hanya istirahat selama enam jam bahkan tidak sama sekali.

Dampak buruk yang dihasilkan tidak sedikit, mulai dari kurangnya kapasitas memori dan kosentrasi, menurunkan kewaspadaan, penurunan daya pikir dan kreativitas, serta akan menimbulkan rasa kantuk dan kurang bersemangat untuk menjalankan aktivitas pada keesokan harinya, sehingga efisiensi kerja dan belajar menjadi lebih rendah.

Dari Menurunnya Produktivitas Hingga ke Radang Otak

Kurang tidur akibat begadang juga berpengaruh pada kondisi emosi, kemampuan kognitif, dan otak yang tidak berfungsi dengan baik. Kemudian, dengan begadang secara terus menerus dapat merusak sel pada otak yang berakibat fatal bila tidak segera dihentikan. Gangguan pada kepala disebabkan karena otak yang dipergunakan secara terus menerus dan kurang mendapatkan waktu untuk beristirahat. Gangguan pada kepala adalah salah satu gejala awal dari radang otak.

Radang otak (enchepalitis) adalah infeksi akut dari virus yang menyerang pada otak. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan radang pada selaput otak (meningitis). Gejala tersebut berupa demam yang timbul secara mendadak, nyeri pada kepala yang tak kunjung sembuh, sering merasa kebingungan, nyeri otot dan sendi, kejang otot, kelemahan pada otot, kelumpuhan pada anggota gerak, masalah dalam bicara, dan sering berhalusinasi.

Radang otak dapat menyerang siapa saja, namun pada umumnya anak-anak dan lansia berpotensi lebih besar. Hal itu disebabkan sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah sehingga virus dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh mereka. Bila tidak segera diobati, radang otak dapat mengancam kehidupan.

Pada umumnya, radang otak disebabkan oleh infeksi virus yang telah menyebar dan masuk kedalam otak. Beberapa virus yang menyebabkan radang otak antara lain:

  1. Herpes simplex merupakan virus yang paling sering ditemukan pada radang otak.
  2. Varicella zoster adalah virus yang menyebabkan cacar air.
  3. Epstein-barr adalah penyebab penyakit mononukleosis.
  4. Rabies atau virus yang ditularkan oleh nyamuk.

Pengobatan yang harus dilakukan yaitu menghentikan atau mengobati infeksi yang terjadi pada otak, mengatasi komplikasi yang berpotensi muncul akibat demam, serta mengatasi komplikasi jangka panjang. Penanganan radang otak untuk tiap pasien berbeda-beda. Penentuannya tergantung pada jenis radang otak yang diderita oleh pasien. Langkah penanganan pada umumnya meliputi pemberian antibiotik, antivungal, antivirus, kortikosteroid injeksi, terapi imunoglobulin, plasmapheresis, pembedahan, dan antikonvulsan.(khb)

Leave a Reply

Select Language