Awas, Pengereman Mendadak, Bisa Akibatkan Lumpuh

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Terkadang, mengerem mendadak pada saat mengemudi merupakan salah satu hal yang tidak bisa dihindarai pada saat kita berkendara. Hal-hal yang tidak terduga bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Namun tahukah Anda cedera karena pengereman mendadak itu bisa menyebabkan kelumpuhan di seluruh tubuh? Berikut penjelasannya.

Efek yang terjadi apabila terjadi pengereman mendadak ini jika mengenai salah satu tulang leher akan berdampak pada hilangnya kesadaran motorik, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan di seluruh tubuh  karena disebabkan kelumpuhan di seluruh saraf tulang leher.

Ketika tulang leher cedera entah retak, atau dislokasi, maka kondisi tulang menjadi tidak stabil. Di dalam tulang leher terdapat cairan sumsum tulang yang merupakan kumpulan semua saraf pusat dari dan menuju otak serta dari ke organ tubuh di bawah leher.

Trauma tulang leher umumnya terjadi karena kecelakaan, baik kecelakaan kendaraan bermotor maupun kereta api. Trauma tulang leher merupakan trauma hebat yang harus segera ditangani.

Di Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari The National Spinal Cord Injury Data Research Centre menyebutkan terdapat 10.000 kasus baru cedera tulang leher setiap tahunnya di Amerika Serikat. Angka insidensi akibat kecelakaan diperkirakan 20 per 100.000 penduduk, dengan angka 200.000 pertahunnya. Kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab utama cedera tulang leher ini.

Trauma tulang leher terjadi ketika jaringan lunak (otot dan ligamen) leher terkena benturan hebat karena suatu gerakan cepat yang menyebabkan kepala terpelanting ke depan lalu belakang (atau sebaliknya), atau dari sisi kanan-kiri, melampaui jangkauan gerak normalnya.

Benturan hebat ini menyebabkan tendon dan ligamen leher tertarik meregang dan robek, menghasilkan reaksi yang mirip seperti hentakan cambukan. Gejala trauma tulang leher ini meliputi nyeri leher, leher terasa kaku, sakit kepala, khususnya di bagian bawah tengkorak, dan penglihatan terasa kabur. Apabila terlampau parah akan terasa nyeri yang sangat pada leher, bahu, atau kepala.

Pertolongan Pertama pada Trauma Tulang Leher

Apabila mengalami kejadian ini penanganan pertama yang harus Anda lakukan ialah mintalah bantuan kepada orang-orang yang lewat atau hubungi rumah sakit terdekat. Apabila Anda melihat seseorang yang mengalami hal ini, maka pindahkan korban secara hati-hati. Cegah pergerakan yang tidak perlu.

Stabilkan dan posisikan tubuh korban dan berikan bantalan dengan selimut atau jaket di sekitar kepala, leher, dan bahu untuk mencegah gerakan yang tidak perlu dan jangan letakkan bantal di bawah leher korban.

Longgarkan segala pakaian ketat sekitar leher apabila korban mengenakan dasi. Dan segera hubungi rumah sakit terdekat agar korban mendapatkan pertolongan.

Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan bedah saraf dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di Surabaya Neuroscience Institute (SNei). Dokter dokter spesialis bedah saraf Surabaya yang tergabung di dalam SNei berkomitmen dan berkolaborasi dalam sebuah tim yang solid yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan bedah saraf di Indonesia. Beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan di level internasional. (aby)

 

 

Leave a Reply

Select Language