Alkohol Picu Dampak Serius pada Otak

Foto: Wirawan/SNei

SNei.or.id-Mengonsumsi minuman beralkohol ternyata berdampak sangat serius untuk otak. Jika aktivitas itu diteruskan, akan menjadi pemicu datangnya penyakit tumor batang otak.

Alkohol menghasilkan zat psikotropika yang membuat penggunanya merasa ketagihan dan ingin terus menerus menikmatinya hingga ia mabuk. Karena mabuk itulah kinerja batang otak menjadi tidak stabil.

Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon. Alkohol memiliki kadar yang berbeda-beda. Alkohol merupakan senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil yang terikat pada atom karbon. Senyawa yang dihasilkan oleh alkohol apabila mempengaruhi batang otak akan menyebabkan ia mabuk.

Alkohol hasil fermentasi seperti toak, anggur, dan sari tape fermentasi memiliki kadar alkohol yang rendah yakni 2-20%. Sementara kadar alkohol dari minuman keras lain seperti vodka, whiski memiliki kadar alcohol hingga 60%. Sedikit atau banyak kadar tersebut akan membuat orang mabuk.

Ketika seseorang mabuk, maka kognisi saraf otaknya akan tidak terkendali. Batang otak merupakan salah satu pusat dari otak yang sangat penting karena sebagai pusat yang mengendalikan jaringan tubuh untuk melakukan aktifitas apapun.

Ketika batang otak mengalami kerusakan atau serangan virus atau yang diakibatkan adanya pembelahan sel sel yang tidak terkendali (abnormal) maka kinerja batang otak akan mempengaruhi kestabilan hormon dan keseimbangan jaringan tubuh lain.  Dari data yang diperoleh dari National Institute of Alcohol Abuse and Alcoholism dikatakan bahwa Mengkonsumsi alkohol beresiko dapat mempengaruhi memori otak sehingga menyebar ke bagian otak lainnya hingga beresiko terkena tumor batang otak.

Gejala awal seseorang menderita tumor batang otak adalah menderita sakit kepala yang cukup lama, mengalami vertigo, perut mual dan  muntah. Gejala lainnya ialah ulu hati terasa tidak nyaman, terserang kejang kejang otot, kaki dan tangan mengalami mati rasa. Ditambah lagi mudah merasa lelah, dan  hilang nafsu makan.

Jika seseorang memiliki gejala tumor otak, dokter terlebih dahulu akan bertanya tentang gejala-gejala yang muncul. Selanjutnya, dokter akan mengevaluasi secara lengkap riwayat medis dan melakukan  pemeriksaan fisik. Selain memeriksa kesehatan secara keseluruhan, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis untuk mengamati cara penderita berjalan, berbicara, dan bergerak.

Untuk mencegah tumor pada batang, berhenti meminum alkohol merupakan keputusan yang tepat. Konsultasikan berbagai permasalahan yang terkait dengan tumor otak dengan dokter spesialis bedah saraf yang tergabung di seluruh Indonesia. Di Surabaya, terdapat tim dokter bedah saraf dari divisi onkologi yang tergabung dalam Surabaya Neuroscience Institute (SNei), yang siap menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan masalah tumor otak.  Dokter-dokter divisi onkologi yang tergabung dalam SNEI beberapa di antaranya telah mendapatkan pengakuan dalam lingkup profesi kesehatan nasional maupun internasional. (Aby)

Leave a Reply

Select Language