Efektifitas Stent Dalam Mengobati Aneurisma Otak

Efektifitas Stent Dalam Mengobati Aneurisma Otak

 

Aneurisma otak adalah pembesaran pembuluh darah pada otak akibat dinding pembuluh darah yang lemah. Aneurisma otak terjadi pada 6% dari seluruh populasi dunia, dan 1% diantaranya mengalami pecahnya yang menyebabkan perdarahan subarachnoid. Penyebab aneurisma sendiri belum jelas, namun 95% penyebab aneurisma karena gangguan hemodinamik, yang mana gangguan tersebut menyebabkan trauma vascular pada otak. Aneurisma akan semakin membesar dan tipis karena aliran darah yang masuk dalam kantong aneurisma.

Teknik penangganan aneurisma dengan mengunakan cairan agen embolik seperti Onyx HD 500 dan gulungan platinum (Coiling). Coiling telah terbukti efektif menangani aneurisma otak, namun coiling memiliki kelemahan dalam mempertahankan okulasi jangka panjang (long term follow up),terutama pada aneurisma yang lebar dan besar. Studi baru membuktikan dalam pengobatan aneurisma yang besar dan lebar, yakni dengan terapi endoluminal, terapi ini telah mendapatkan pengakuan. Terapi Endoluminal termasuk pengobatan dengan Stent yang dikenal sebagai Flow Diverters (FD). Secara khusus, FD mengurangi pengenbangan pada kantung aneurisma. FD mencegah aliran darah tidak masuk dalam kantong aneurisma, sehingga kantong aneurisma bisa mengecil, FD juga mencegah rekanalisasi dengan endotelini. Selain itu, FD mengurangi pulsatilitas dalam aneurisma, melindungi aneurisma dari aliran arteri yang kuat. Flow Diverter sendiri sangat efektif untuk penangganan aneurisma karena FD selain mampu mengobati aneurisma, FD juga mampu mencegah aneurima tersebut tumbuh besar dan melebar, dengan mencegah faktor yang mempengaruhi aneurisma, yakni:

  1. Aneurysmal flow

Aliran pada aneurisma otak di klasifikasikan menjadi tiga:

  • Pertama adalah inflow atau aliran yang masuk aneurisma, terjadi pada distal leher.
  • Kedua adalah outflow atau arus keluar aneurisma, terjadi pada leher proksimal.
  • Ketiga central flow atau aliran ditengah, aliran ini lambat di pintu masuk ke aneurisma.

Pola aliran aneurisma ini mempengaruhi pecahnya aneurisma. Dalam sebuah studi dari 210 model aneurisma serebral, 83% dari pecahnya aneurisma dikaitkan dengan pola aliran yang kompleks atau tidak stabil, sementara aneurisma tidak pecah dikaitkan dengan pola aliran yang sederhana.

Pemasangan Stent dapat mengurangi bahkan menghilangkan aliran darah dalam aneurisma itu sendiri, sehingga mengurangi risiko bertumbuhnya aneurisma bahkan pecahnya aneurisama.

 

  1. Wall Shear Stress (WSS)

Aneurysmal WSS adalah gaya tarik tangensial yang dihasilkan oleh darah yang bergerak melintasi permukaan endotel. Peningkatan nilai WSS telah dikaitkan dengan pertumbuhan aneurisma. Selain itu tinggi atau rendahnya WSS berhubungan dengan pecahnya aneurisma. Penempatan stent di leher aneurisma mengurangi tekanaa WSS yang dapat membentuk thrombus. Berdasarkan penelitian di USA menemukan bahwa tekanan WSS rendah berada pada daerah kubah aneurisma  dan semakin rendah setelah dilakukan pemasangan beberapa stent. Penelitian ini juga melaporkan bahwa satu-stent menunjukkan kurang signifikan penurunan WSS sekitar <10%, sementara model double-stented menunjukkan pengurangan 45% dan pengurangan WSS mencapai nilai maksimum dengan pemasangan tiga stent terlepas dari jenis stent tersebut.

 

  1. Turnover time

Adalah waktu yang dibutuhkan untuk darah beredar dalam aneurisma dan kembali ke pembuluh darah utama. Hal ini dihitung dengan membagi volume aneurisma oleh tingkat aneurisma inflow. Perputaran waktu merupakan indikator stasis dan dipengaruhi lengkungan aneurisma, dengan kelengkungan yang lebih kecil berhubungan dengan waktu perputaran yang lebih besar.

 

  1. Velocity

Kecepatan aliran dalam aneurisma bisa mencapai hingga 70% dari  kecepatan dipembuluh darah utama selama perlambatan sistolik. Pemasangan stent dapat mengurangi kecepatan aliran darah pada aneurisma sehingga mengurangi risiko pecahnya aneurisma.

 

Pemasangan stent pada pasien aneurisma sangat efektif karena selain dapat mencegah aneurisma tersebut pecah juga mencegah aneurisma tumbuh lebih besar dan melebar.

Leave a Reply

Select Language