Waspadai Cedera Kepala Saat Hamil

WASPADAI CEDERA KEPALA SAAT HAMIL

Snei.or.id- Cedera kepala dapat terjadi pada siapa saja dan bisa dimana saja. Hal-hal seperti jatuh dari tempat tidur, terpeleset, terbentur, dan kecelakaan bisa berisiko menyebabkan cedera kepala. Dampak cedera kepala ada yang ringan sampai dengan yang berat, hingga menimbulkan kerusakan fungsi otak secara permanen. Tahukah Anda? cedera kepala pada orang yang tidak hamil saja bisa berbahaya, apalagi dengan keadaan hamil, tentu tidak hanya mengancam nyawa ibu saja namun juga calon buah hati.

Sementara kehamilan berkembang, tubuh mulai melakukan banyak perubahan dan penyesuaian diri untuk membantu pertumbuhan bayi, seperti perubahan ukuran tubuh, bentuk tubuh, dan berat badan si ibu. Hal tersebut membuat wanita hamil harus beradaptasi dengan kondisi badannya selama proses kehamilan, sehingga menuntut wanita hamil untuk bisa menjaga kondisi badannya dan juga janin. Terutama ketika beraktivitas di dalam rumah maupun liar rumah harus menghindari hal-hal yang bisa membuat cedera.

Tinjauan catatan medis dari Cook County Medical Examiner (1986-1989) menunjukkan bahwa trauma menyebabkan kematian ibu di 46,5% dari 95 kasus, dan dari kasus kematian akibat trauma ini, 9% disebabkan oleh cedera kepala. Trauma dengan cepat menjadi penyebab kematian ibu yang paling sering, di mana penyebab lain kematian ibu seperti infeksi, perdarahan, hipertensi dan tromboemboli telah menurun selama bertahun-tahun karena adanya peningkatan perawatan obstetri.

Dengan begitu, Ibu hamil yang mengalami cedera kepala harus segera mendapatkan pertolongan medis. Jangan menunda sampai muncul tanda-tanda berat, karena secara fisik memang kita tidak tau kondisi di dalam otak pasca cedera.

Apa Saja Jenis Cedera Kepala?

  1. Gegar otak atau concussion

Gegar otak adalah jenis cedera kepala yang sering disebabkan benturan terhadap benda tumpul, seperti cedera saat berolah raga, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau terkena pukulan sehingga mengganggu fungsi otak.

  1. Luka memar atau contusion

Cedera kepala jenis ini menyebabkan memar dan pembengkakan otak.

  1. Pendarahan otak atau hematoma

Pendarahan otak adalah cedera yang tergolong serius karena bisa menyebabkan hilang kesadaran atau kerusakan otak permanen akibat tekanan berlebih di otak.

  1. Patah tulang tengkorak

Tempurung dan dasar tengkorak bisa retak akibat benturan pada kepala. Bahkan benturan yang kuat bisa mematahkan tulang tengkorak hingga menyebabkan luka dan perdarahan otak akibat pecahan tulang.

 

Bagaimana Gejala Orang Yang Mengalami Cedera Kepala?

Gejala cedera kepala bisa jadi tidak langsung muncul, namun dapat berlangsung mulai dari hitungan detik hingga lebih dari beberapa minggu. Beberapa gejala cedera kepala dapat berupa : tidak sadarkan diri selama beberapa waktu, terasa seperti berada di tengah kabut, telinga berdenging, mual dan muntah, mata berkunang-kunang dan pusing, sakit kepala, cara bicara yang menjadi kurang jelas, kelelahan, gangguan pada keseimbangan tubuh, linglung, tidak dapat segera menjawab ketika ditanya.

Sementara itu, beberapa gejala berikut mungkin dapat segera dirasakan, meski ada kemungkinan baru terasa beberapa jam setelah cedera kepala, antara lain sensitif terhadap cahaya dan bunyi bising, gangguan tidur, gangguan psikologis dan perubahan kepribadian, gangguan ingatan dan konsentrasi, depresi, serta tidak mampu mengecap.

Langkah apa yang harus dilakukan ketika cedera kepala?

Ketika menjumpai ibu hamil yang mengalami cedera terutama pada bagian kepala, maka harus segera kita bawa ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan. Ibu hamil yang mengalami cedera kepala sangat berisiko tinggi, tidak hanya nyawa ibunya saja yang harus diselamatkan tetapi juga janinnya.

Ibu hamil yang mengalami cedera kepala harus dibawa ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis anestesi, ruang operasi, dan pelayanan CT Scan untuk mengetahui bagian mana yang terkena cedera dan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Semakin cepat mendapat pertolongan medis maka semakin tinggi harapan ibu dan janin tertolong.

Bagaimana Mencegah Cedera Kepala?

Untuk menghindari risiko, anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan cedera kepala:

  • Kenakan helm tiap kali mengendarai motor, ataupun aktivitas olahraga. Pastikan helm yang anda kenakan mengikuti standar keamanan dan terpasang dengan benar.
  • Kenakan perlengkapan pengaman saat berolahraga
  • Kenakan sabuk pengaman saat berkendara di dalam mobil.
  • Ciptakan rumah yang aman
  • Olahraga teratur dapat membantu memperkuat otot tubuh dan keseimbangan tubuh.
  • Selalu baca dan patuhi petunjuk standar keselamatan di mana saja, baik dalam perjalanan, di tempat rekreasi, maupun di tempat umum lainnya.

Sudah selayaknya kepala mendapat perlindungan dan perhatian lebih agar terhindar dari risiko berbahaya. Mengingat ibu hamil berisiko tinggi ketika mengalami cedera kepala, maka sudah seharusnya berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah.

Leave a Reply

Select Language