ANEURISMA OTAK

Apa itu Aneurisma ?

Aneurisma otak adalah penyakit neurovascular (pembuluh darah otak) yang mana terjadi penggembungan atau pembengkakan dinding pembuluh darah yang melemah di otak. Aneurisma dapat terjadi di arteri (pembuluh darah yang memasok darah kaya oksigen ke otak) atau vena (pembuluh darah yang mengalirkan darah yang kehabisan oksigen dari otak). Aneurisma lebih banyak di dapat pada wanita daripada pria, terutama pada mereka yang berusia akhir 40 – 50 tahun. Namun, aneurisma dapat terjadi pada usia berapa pun.

Apa Penyebab Aneurisma ?

Aneurisme di otak dapat terjadi akibat cacat bawaan (defek/ luka yang terjadi sejak lahir) atau dapat terjadi sebagai akibat dari beberapa kondisi degeneratif lainnya, seperti hipertensi atau aterosklerosis (penumpukan lemak di dalam arteri, yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke atau bahkan kematian).

Jika tidak diobati, aneurisma otak dapat terus meluas dan pecah, menyebabkan perdarahan dalam otak, sehingga terjadi gangguan neurologis (seperti kelenahan/ lumpuh atau kehilangan kesadaran) dan bahkan kematian. Umumnya, perdarahan terjadi di ruang subarachnoid (ruang antara tulang tengkorak dan otak), yang dapat mengancam jiwa. Beberapa faktor risiko lainnya termasuk hipertensi, aterosklerosis, merokok, penggunaan kokain, infeksi dinding pembuluh darah dan trauma kepala.

Apa Macam – Macam Jenis Aneurisma ?

Aneurisma dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis seperti, sebagai berikut:

  • Saccular (berry)

Ini adalah jenis aneurisma yang paling umum terjadi pada sekitar 90% kasus

  • Fusiform

Jenis aneurisma ini melibatkan arteri yang berliku di otak dan dapat memperpanjang beberapa sentimeter panjangnya

  • Dissecting

Aneurisme jenis ini umumnya terjadi sebagai akibat robekan di sepanjang dinding arteri, menyebabkan saluran buatan melalui aliran darah dan sementara lumen orisinal runtuh

  • Wide-necked

Jenis aneurisma ini memiliki leher yang lebar. Aneurisma semacam ini umumnya di obati dengan coiling endovaskular (seperti yang dijelaskan di bawah)

Apa Gejala Aneurisma Otak

Pada aneurisma yang berukuran kecil umumnya tidak menimbulkan gejala sama sekali, namun ketika aneurisma tumbuh lebih besar, dan memberikan tekanan pada jaringan dan saraf di sekitarnya dan pada aneurisma yang pecah maka aneurisam tersebut yang akan menyebabkan beberapa gejala.

Beberapa gejala yang terkait dengan aneurisma yang tidak mengalami pecah dan aneurisma yang pecah adalah sebagai berikut:

ANEURISMA TIDAK PECAH ANEURISMA PECAH
·         Pupil melebar ·         Tiba-tiba sakit kepala parah
·         Penglihatan kabur ·         Leher kaku
·         Mual, muntah ·         Kehilangan kesadaran sementara
·         Sakit kepala ·         Mual, muntah
·         Nyeri di atas atau di belakang mata ·         Sensitivitas terhadap cahaya
·         Mati rasa / kelemahan satu sisi wajah  

 

Bagaimana Mendiagnosa Aneurisma Otak ?

Tes diagnostik yang dilakukan untuk mendeteksi aneurisma otak adalah sebagai berikut:

  • Computed Tomography (CT) Scan atau Computed Tomography Angiography (CTA)

Pemeriksaan dengan CTA digunakan untuk pencitraan/ pengambaran otak. Untuk melakukan CTA, CT scan dilakukan dengan menggunakan pewarna kontras yang disuntikkan ke pembuluh darah vena

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Angiografi Resonansi Magnetik

MRI adalah tes diagnostik yang aman dan tanpa rasa sakit yang dilakukan dengan menggunakan sinyal magnetik. Ini dapat digunakan untuk menemukan letak aneurisma

  • Angiogram

Angiogram membantu menilai ukuran, bentuk, dan lokasi aneurisma. Pemeriksaan angiogram ini mengunakan suntikan pewarna kontras dan mengunakan sinar-X untuk mengambarkan karakteristik aneurisma

Bagaimana Cara Pengobatan Aneurisma otak ?

Pilihan pengobatan tergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran, lokasi, jenis aneurisma, dan apakah aneurisma telah pecah atau tidak dan riwayat kesehatan.

  • Oklusi pembuluh induk (Parent Vessel Occlusion)

Arteri yang berhubungan dengan aneurisma dijepit sepenuhnya. Prosedur ini umumnya digunakan ketika aneurisma merusak arteri. Kadang-kadang, prosedur ini dapat disertai dengan bypass (jalan pintas), di mana pembuluh darah kecil, dicangkokkan ke arteri dengan aneurisma. Ini membantu mengatur ulang aliran darah

  • Kliping mikrovaskuler (Microvascular Clipping)

Prosedur ini melibatkan identifikasi pembuluh darah yang memberi makan aneurisma dengan menggunakan mikroskop dan penempatan jepitan kecil seperti jepitan di leher aneurisma. Ini menghentikan suplai darah ke aneurisma, sehingga menghambat sirkulasi darah ke aneurisma

  • Embolisasi koil endovascular (Endovascular Coil Embolisation)

Ini merupakan alternatif untuk prosedur bedah. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter (kawat fleksibel berlubang) ke dalam arteri (pada arteri paha) dan memasukkannya ke lokasi aneurisma dengan bantuan angiografi. Menggunakan kawat pemandu dan kumparan kawat platinum dilepaskan pada aneurisma. Kumparan ini mengisi aneurisma, menyebabkan darah menggumpal, sehingga melenyapkan aneurisma.

Aneurisma berleher lebar tidak efektif dilakukan dengan prosedur embolisasi koil. Bentuk aneurisma seperti itu membuat sulitnya koil tetap dalam aneurisma. Maka dalam kasus seperti itu, embolisasi koil dapat dicapai dengan bantuan stent (tabung berongga berongga). Stent berfungsi untuk menjaga koil di tempatnya dan memungkinkan pengemasan lumen aneurisma yang padat.

Leave a Reply

Select Language